Home / Wisata / Pesona Kemarau Waduk Wadaslintang Yang Haram Dilewatkan

Pesona Kemarau Waduk Wadaslintang Yang Haram Dilewatkan

Wonosobo, Jawa Tengah, memang menyimpang banyak keindahan alam yang memesona. Salah satu destinasi yang haram untuk dilewatkan adalah Waduk Wadaslintang.

Waduk Wadaslintang memiliki potensi wisata yang menakjubkan karena menyajikan pemandangan alam yang sangat indah dan suasana alam yang sejuk.

Waduk Wadaslintang ini tepatnya berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Bentangan air yang luas akan membuat wisatawan takjub, ditambah lagi dengan latar belakang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang akan membuat pemandangan semakin indah.

Tak hanya itu, pesona Waduk Wadaslintang juga sangat indah dengan kawasan hutan pinus yang mengelilingi selain lanskap pegunungan asri yang hijau.

Karena keindahan yang ditawarkan dari Waduk Wadaslintang, banyak yang menganggap bahwa waduk ini adalah jelmaan kecil dari Danau Toba yang menjadi ikon provinsi Sumatera Utara.

Saat berkunjung ke provinsi Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan Wonosobo dan Kabupaten Kebumen, tak ada salahnya untuk singgah di wisata air Waduk Wadaslintang ini.

Baca Juga: Ini 12 Negara yang Berbahaya untuk Solo Traveler, Harus Ekstra Hati-hati!

Bahkan, Waduk Wadaslintiang tidak hanya menyediakan lanskap yang indah. Wisata air ini juga menyediakan aneka permainan air yang bisa anda nikmati.

Untuk fasilitasnnya sendiri, di Waduk Wadaslintang ini terdapat perahu mesin dan perahu dayung yang bisa anda sewa secara harian jika ingin menikmati air bendungan dari dekat.

Keindahan Waduk Wadaslintang Berlipat Ganda Ketika Musim Kemarau

Keindahan Waduk Wadaslintang

Objek wisata Waduk Wadaslintang yang memiliki luas 2.626 Ha ini memiliki keunikan yang sangat memesona, khususnya saat musim kemarau tiba.

Ketika musim kemarau panjang, waduk akan mengalami kekeringan yang menyebabkan terbentuknya suatu daratan yang haram jika anda lewatkan ketika berkunjung ke Waduk Wadaslintang ini.

Lubang Sewu, namanya. Lubang Sewu adalah daratan yang muncul karena menyusutnya volume air ketika kemarau dengan ribuan batu-batuan putih berbentuk unik dengan lubang di tengahnya.

Spot Favorit Untuk Memancing di Waduk Wadaslintang

Spot Favorit Untuk Memancing di Waduk Wadaslintang
Photo: Youtube.com

Salah satu daya tarik Waduk Wadaslintang yang bisa dinikmati wisatwan adalah lokasinya yang coock dijadikan tempat memancing. Bahkan, baik warga setempat maupun orang luar banyak datang untuk berburu ikan ketika malam hari tiba.

Baca Juga: Petak 9 Dieng, Spot Terbaik Menikmati Keindahan Wonosobo dari Ketinggian

Banyak spot yang biasa digunakan sebagai tempat pemancingan. Contohnya di jembatan penghubung Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen juga di area batu besar.

Jenis ikan yang biasa didapatkan pemancing pun juga beragam, mulai dari ikan nila, ikan patin, dan masih banyak lagi.

Ikan-ikan tersebut berasal dari ikan budidaya yang lepas dari kerapu, namun kebanyakan berasal dari dari sungai yang ada di sekitar bendungan. Oleh karena itu, Waduk Wadaslintang wajib menjadi destinasi yang harus anda kunjungi, terutama untuk anda yang hobi memancing.

Tiket Masuk Waduk Wadaslingtang

Tiket Masuk Waduk Wadaslingtang

Nah, penasaran harus merogoh kocek seberapa dalam untuk masuk ke lokasi Waduk Wadaslinang ini? Tarif masuk Waduk Wadaslintang hanya sebesar Rp 4.000 per orang untuk orang dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Seperti tempat wisata pada umumnya, Waduk Wadaslintang akan lebih dipenuhi wisatawan di hari libur atau akhir pekan. Jadi, jika anda ingin suasana yang lebih sepi dan tenang, anda bisa datang di hari biasa.

Rute Jalan Menuju Waduk Wadaslingtang

Jika anda yang tertarik untuk melihat keindahan Waduk Wadaslintang ini, anda bisa mencapainya dengan menggunakan baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Baca Juga: Mengenal Ragam Rumah Adat di Indonesia Yang Wajib Kamu Tahu

Untuk mencapai lokasi objek wisata Waduk Wadaslintag dengan kendaraan umum, anda bisa menggunakan bus dari Wonosobo jurusan Prembun Kebumen. Anda akan turun langsung di lokasi.

Sedangkan, untuk pengguna kendaraan pribadi, anda bisa menempuh arah mana saja untuk mencapai lokasi dengan mudah. Hanya saja, anda harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan cukup berkelok.

Sejarah Kelam Pembangunan Waduk Wadaslingtang

Sejarah Kelam Pembangunan Waduk Wadaslingtang
Photo: Google.com

Waduk Wadaslintang dengan segala keindahannya yang bisa kita nikmati hari punya sejarah pembangunan yang cukup rumit pada masanya. Pembangunan Waduk Wadaslintang bermula pada tahun 1982 di masa pemerintahan Soeharto.

Pengerjaan Waduk Wadaslintang ini memakan waktu 7 tahun, atau tepatnya selesai pada tahun 1988. Untuk membangun Waduk Wadaslintang, kabarnya 9 desa dengan total 7000 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka alias dipindahkan.

Hal tersebutlah yang menimbulkan polemik, pasalnya, uang ganti rugi yang didapatkan warga tidak sesuai dengan kesepakatan dan nilainya dianggap terlalu kecil untuk ukuran ganti rugi pada saat itu.

Tapi karena tak punya pilihan, warga 9 desa tersebut harus rela pindah ke Rejosari sehingga pembangunan Waduk Wadaslintang tetap berjalan dengan segala konsekuensi yang ada.

Satu tahun sebelum selesainya Waduk Wadaslintang, tepatnya pada tahun 1987, proses perairan waduk ini dimulai dengan menutup semua pintu bendungan.

Sumber utama pengairan berasal dari sungai-sungai yang ada di sekitar waduk, salah satunya, Kali Bedegolan yang merupakan sumber utama yang menyuplai kebutuhan air.

Jumlah debit air yang cepat naik mengakibatkan permukiman, ladang, bahkan banyak warga yang jadi korban, tenggelam bersama penuhnya air di Waduk Wadaslintang. Kebanyakan dari korban tenggelam adalah warga yang menolak untuk meninggalkan desa ketika yang lain sudah diungsikan.

Baca Juga: Explore Malaysia dengan Mengunjungi 8 Kota Wisata Menarik Ini

Meski memiliki kisah yang ironis di balik proses pembangunannya, namun wisata Waduk Wadaslintang ini tetap selesai dan diresmikan pada tahun 1988. Menariknya lagi, pembangunan Waduk Wadaslintang menuai pujian hingga masuk berita luar negeri.

Hal ini dikarenakan Waduk Wadaslintang dibangun dengan sistem pemadatan inti basah dan menggunakan tipe Rockfill. Dengan kualitas tersebut, bendungan ini diperkirakan akan tahan hingga 200 tahun kedepan.

Pemanfaatan Waduk Wadaslintang Selain Tempat Wisata

Mulai beroperasi sejak tahun 1988, Waduk Wadaslintang memiliki beberapa fungsi yang vital. Diantaranya adalah untuk memenuhi kebutuhan irigasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), perikanan, mencegah banjir, menampung air, dan tentu saja untuk tujuan pariwisata itu sendiri.

Luas daerah tangkapan air dari Waduk Wadaslintang mencapai 196 kilometer persegi dan mampu menampung air dengan maksimal 443 juta meter kubik.

Waduk ini menggunakan Kali Medono atau Kali Gede atau Kali Bedegolan sebagai sumber air utamanya dengan beberapa anak sungai kecil seperti Sungai Lancar, Sungai Waturangkang, Sungai Somagede dan Sungai Tritis.

About sibyllineorder.org

Check Also

Berwisata Sambil Belajar di Museum Geologi Bandung

Sejarah Museum Geologi Bandung Berdirinya Museum Geologi Bandung berhubungan erat dengan sejarah penyelidikan geologi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *