Home / Wisata / Berburu Sunrise dan Sunset yang Memukau di Tebing Keraton

Berburu Sunrise dan Sunset yang Memukau di Tebing Keraton

Wilayah Bandung dikenal memiliki lanskap pegunungan dengan banyak bukit indah, pegunungan, dan juga danau. Wisatawan dapat menemukan pemandangan indah yang didominasi oleh bukit-bukit tinggi kemana pun mereka pergi.

Tebing Keraton

Ini terbukti dengan keberadaan dua area resor yang paling populer di Bandung yaitu Lembang dan Ciwidey. Keduanya mengandalkan lingkungan pegunungan yang keduanya miliki untuk menarik wisatawan.

Jika wisatawan ingin menikmati pemandangan seperti yang ada di Lembang dan Ciwidey, mereka tak perlu pergi jauah – jauh meninggalkan kota Bandung untuk menikmati beberapa keindahan itu.

Artikel Keren: 9 Tempat Liburan di Bandung yang Terkenal dan Direkomendasikan

Ada satu tempat di kota Bandung yang bisa dikunjungi wisatawan. Mereka cukup datang ke Tebing Keraton. Dari namanya, sudah bisa ditebak bahwa destinasi wisata ini merupakan sebuah tebing.

Lalu apa hubungannya dengan keraton? Apakah di tebing tersebut terdapat sebuah kerajaan? Atau dahulu berdiri sebuah kerajaan di wilayah tersebut? Mari cek sejarahnya Tebing Keraton.

Sejarah dan Misteri Tebing Keraton

Menurut informasi itu, Bapak Asep memprakarsai pengembangan tebing ini karena dia melihat keindahan tempat itu dan telah menyadari potensi yang dimilikinya.

Awalnya tebing ini dikenal dengan nama “Cadas Jontor”. Namun ada juga yang menyebutnya “Pasir Jontor”. Kemudian berubah menjadi Tebing Keraton.

Artikel Keren: Wahana Dan Spot Foto Keren Yang Lagi Hits Di Dago Dream Park

Nama keraton disematkan oleh Pak Asep pada tebing tersebut karena beliau merasa takjub dan terpesona dengan keindahan tebing tersebut.

Pada awalnya, tebing ini hanya populer di kalangan pengendara sepeda. Namun mulai tahun 2014, tempat ini mulai terkenal setelah orang-orang mulai memposting keindahannya di Instagram.

Tebing Keraton
Photo: reddoorrz.com

Sisanya adalah sejarah karena Tebing Keraton telah menjadi salah satu tujuan paling populer di Bandung.

Cerita Mistis di Tebing Keraton

Alasan digantinya nama Pasir Jontor atau Cadas Jontor, selain karena alasan yang sudah disebutkan di atas, ternyata ada lagi alasan lainnya.

Jadi menurut cerita masyarakat di sini pengantian nama tersebut disebabkan karena memang di sini terdapat sebuah keraton yang berdiri megah tetapi bukan keraton yang kasat mata, melainkan keraton milik para jin.

Artikel Keren: Camping Seru Bareng Sahabat, di Bumi Perkemahan Rancaupas Bandung

Itu menurut perkataan orang pintar yang mendatangi area ini. Menurut orang pintar itu di daerah ini telah lama berdiri sebuah kerajaan jin.

Diceritakan juga banyak pengunjung yang kerasukan mahluk halus di sini. Menurut mereka yang kesurupan, mereka melihat kerajaan di sini. Jin kemudian meminta sesajen, yakni nyawa manusia.

Perintah lainnya agar nama tebing ini diganti menjadi Tebing Keraton. Karena tak ada korban jiwa maka masyarakat setuju memenuhi permintaan jin untuk mengganti nama tebing ini.

Cerita lainnya adalah jin muncul dalam mimpi dan memita disediakan sesajen berupa buah kawung yang banyaknya 1 manggar. Adapun kawung 1 manggar itu berarti meminta tumbal nyawa untuk tebing ini.

Artikel Keren: Keindahan Panorama Alam Situ Patenggang Bandung

Menurut masyarakat di sini, di bawah puncak Tebing Keraton adalah tempatnya berdiamnya para kuda milik mahluk halus. Lokasi tempat kuda tersebut ada di di Gadogan Kuda dan Curug Cikiih Kuda.

Angkernya Tebing Keraton

Dahulu tempat ini cukup angker. Warga sekitar tak ada yang berani menginjakkan kaki di tebing ini baik siang apalagi malam hari.

Karena sangat angker, banyak sekali masyarakat yang mengalami kesurupan ketika datang ke tebing ini.

Ada juga misteri tentang keberadaan tapak kaki raksasa. Orang-orang banyak yang mempercayai bahwa tapak kaki raksasa yang berada di desa Cilame terkait dengan bentuk bebatuan yang ada di Tebing Keraton.

Tebing Keraton Menurut Para Ahli

Tebing yang berada pada ketinggian 1.200 mdpl yang berada di Taman Hutan Djuanda ini merupakan bagian dari cerita meletusnya Gunung Sunda Purba.

Artikel Keren: Menikmati Wisata Penuh Keceriaan di Trans Studio Bandung

Para ahli sejarah mempercayai batu-batu besar yang terdapat di kawasan Tebing keraton adalah outcrop, atau batuan terlihat dipermukaan sebagai akibat dari proses geologi, yang mengalir dari lava basalt yang berasal dari gunung Sunda Purba yang patah karena sesar Lembang yang tak pernah berhenti bergerak hingga saat ini.

Yang Menarik dari Wisata Tebing Keraton

Setelah tadi dibahas mengenai misteri dan hal mistis juga sejarah yang berhubungan dengan Tebing Keraton, pasti pengunjung banyak yang bertanya-tanya mengapa Tebing ini begitu terkenal dan menjadi fenomena di jagat media sosial.

Apa sih yang menarik dari Tebing Keraton sehingga orang berduyun – duyun datang dari Bandung maupun luar Bandung ke Tebing Keraton ini?

Tebing

Tebing Keraton merupakan sebuah tebing indah yang terletak di pinggiran kota Bandung. Tebing ini merupakan tebing sempit yang menghadap ke lembah dan beberapa bukit.

Artikel Keren: The Lodge Maribaya Lembang Yang Lagi Hits Banget Di Bandung

Lembah hijau subur di utara dan panorama kota Bandung di sebelah selatan. Pada dasarnya, ini adalah tempat luar biasa dengan pemandangan yang instragramable dan sangat menarik.

Tempat ini kini telah dipagari untuk keselamatan pengunjung, tetapi masih banyak pengunjung yang melompati pagar dan mengambil gambar di lekukan berbatu di tebing.

Saat tiba di tebing ini, pengunjung akan merasakan keunikan tebing ini karena tebing ini menyuguhkan pemandangan yang sangat berbeda dengan pemandangan yang disuguhkan oleh beberapa desitanasi wisata alam lainnya di Bandung, contohnya Puncak Ciumbuleuit atau Bukit Moko.

Artikel Keren: Wisata Orchid Forest Lembang yang Wajib Dikunjungi

Sangat mengunjungi Bukit Moko atau Cartil (Caringin Tilu), pengunjung akan menikmati keindahan gemerlap lampu kota yang dapat dilihat dari kedua tempat wisata tersebut.

Namun saat pengunjung berada di Tebing Keraton, mereka akan dibuat terkagum-kagum oleh pemandangan hutan Tahura Djuanda yang menghampar bak karpet hijau yang dipenuhi dengan suasana tenang dan tentram.

Hamparan karpet hijau pepohonan di bawah cocok dengan gunung biru di belakang. Lapisan tebal kabut putih yang bergulir di lereng memberi sentuhan indah.

Tebing Keraton Bandung sebenarnya merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda, Bandung, Jawa Barat. Jauh sebelum keberadaan viral-nya di Instagram, hanya penduduk setempat yang datang ke sini.

Bayangkan titik-titik awan di langit biru cerah yang dibingkai dengan gunung dan hutan yang rimbun.

Sekarang ini banyak orang yang datang bukan untuk melihat panorama dalam keheningan lagi. Banyak yang mendaki ke sini untuk mengambil foto yang menantang.

Berburu Sunrise dan Sunset

Pengunjung yang datang ke tempat ini biasanya datang pagi-pagi sekali karena mereka ingin menyaksikan pemandangan matahari terbit dari atas tebing.

Photo: Bing.com

Pemandangan yang memukau membuat mereka rela datang di kala udara masih cukup dingin. Tak hanya wistawan lokal yang datang berburu sunrise, wisatawan mancanegara juga tak mau ketinggalan.

Selain sunrise, pemandangan sunset di sini juga memukau para pengunjung. Maka tebing ini menjadi arena pemburuan sunrise dan sunset.

Selfie Spot

Tebing telah memuaskan orang-orang yang hobi berfoto untuk berfoto dengan latar belakang pemandanga tebing ini untuk diunggah di instagram mereka.

Sangat lumrah jika melihat banyak pengunjung yang datang lengkap dengan kamera atau smartphone mereka dan sibuk jeprat-jepret sana sini.

Setiap kamera selalu siap untuk mengabadikan setiap momen dan pose. Di sini, sudut favorit untuk mengabadikan kenangan bernilai selfie adalah di dekat tepi tebing.

Jangan terlalu dekat ke tepi meskipun akibatnya bisa berakibat fatal. Anak-anak muda, khususnya, sangat menyukai gagasan pose menantang adrenalin dengan berfoto di luar pagar pembatas.

Popularitas Tebing Keraton

Tebing Keraton adalah tujuan tak terlalu sulit, tempat yang tepat untuk dikunjungi ketika berada di Bandung. Tempatnya mudah diakses, cukup dekat kota, dan juga destinasi yang terjangkau dan memiliki potensi fotografi yang sangat besar.

Bagi para pengguna media sosial, mereka pasti akan memasukkan tempat ini  ke dalam daftar tempat yang yang harus dikunjungi.

Belakangan ini, apalagi setelah heboh dan menjadi trending topic di medsos sejak tahun 2014, ketenaran  tempat ini membuat banyak pengunjung datang untuk menyaksikan keindahannya.

Berada di tempat yang cukup tinggi membuat pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kota Bandung dari atas.

Lokasi

Tebing tinggi ini terletak di Desa Ciburial, Kabupaten Cimenyan, Bandung Barat, Jawa Barat.

Tebing Keraton dapat diakses dari Bandung melalui Dago Pakar, bagian utara kota. Ini sebenarnya bagian dari Ir. H.

Cagar Alam dan Taman Botani Djuanda (Tahura). Jalan menuju Tebing Keraton cukup menantang karena ada banyak tikungan tajam dan lereng yang curam.

Pengujung dapat mengendarai mobil pribadi menuju ke sini, tetapi disarankan untuk naik sepeda motor sebagai gantinya karena di beberapa bagian, jalannya sempit dan tidak akan cukup untuk dua mobil.

Pastikan juga kendaraan yang ditumpangi dalam kondisi bagus karena beberapa kemiringan akan menguji kemampuan kendaraan yang dinaiki.

Waktu yang dibutuhkan oleh para pengunjung yang datang dari kota Bandung untuk sampai di tebing ini sekitar 15 menit.

Jam Operasional

Tempat wisata ini buka dimulai dari pukul 05.00 WIB – 18.00 WIB setiap harinya.

Tiket Masuk

Untuk bisa menikmati pemandangan di Tebing Keraton, pengunjung yang datang akan dikenakan tiket masuk.

Untuk tiket masuk ada perbedaan harga antara wisatawan lokal dan mancanegara, sama halnya ketika masuk ke Tangkuban Perahu.

  • Harga tiket untuk wisatawan lokal sebesar Rp. 11.000/orang
  • Harga tiket untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 76.000/orang

Harga tiket sudah termasuk asuransi Rp. 1.000.

Tarif Parkir

Biaya parkir dikenakan pada pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi.

  • Tarif parkir motor Rp. 5.000
  • Tarif parkir mobil Rp. 10.000
  • Jika datang dengan naik ojek, biayanya sekitar Rp. 50.000 sampai Rp. 80.000.

Fasilitas

Untuk tujuan wisata yang relatif baru, Tebing Karaton memiliki hampir setiap fasilitas seperti yang disebutkan sebelumnya. Untuk memperkenalkan kelezatan lokal kepada para wisatawan, penduduk asli mendirikan warung makan.

Kios-kios itu berbaris di dekat pintu masuk dan menjual makanan ringan jalanan. Mereka menjual makanan hangat yang termasuk nasi dan hidangan lainnya seperti ayam juga.

Selain itu fasilitas lainnya adalah mushola, toilet, menara pemantau burung yang terdiri dari dua lantai, puncak tebing dan juga camping ground bagi mereka yang ingin berkemah untuk menyaksikan matahari terbit atau terbenam.

Cara Menuju Ke Tebing Keraton

Meskipun Bandung banyak angkot, Tebing Keraton tidak dapat diakses oleh angkot. Dikarenakan jalurnya yang sempit, sepeda motor adalah pilihan terbaik.

Mulailah perjalanan dari outlet McDonald di Simpang Dago, langsung ke Terminal Dago.

Ambil belokan kanan di dekat terminal yang mengarah ke Bukit Dago Pakar. Ikuti tanda-tanda yang menunjukkan Bukit Dago Pakar karena dekat dengan tujuan.

Ambil belokan kiri ke Tahura dan belok kanan ke Bukit Pakar Utara. Ikuti jalan sampai muncul Warung Bandrek (Warban) yang sederhana.

Dari Warban, jaraknya dua kilometer ke Tebing Karaton, sekitar satu jam dengan berjalan kaki. Tanaman hijau tenang dan angin dingin akan membuat setiap langkah tidak terasa melelahkan dan lebih menyenangkan.

Tips Berkunjung ke Tebing Keraton

Sebelum pergi ke tempat wisata ini, ada baiknya pengunjung memperhatikan barang-barang yang akan mereka bawa demi kenyamanan saat berwisata.

Bawa jaket

Jika pengunjung datang di pagi hari untuk menyaksikan sunrise atau sore hari untuk menyaksikan sunset ada baiknya mengenakan jaket karena udara di sini cukup dingin.

Kenakan sepatu yang nyaman

Karena pengunjung akan banyak berjalan, jadi pastikan menggunakan sepatu yang nyaman agar tidak menyiksa.

Hindari befoto di tempat berbahaya

Terkadang pengunjung tergoda untuk menghasilkan foto dengan banyak “like” di instagram sehingga nekat berpose di tempat yang berbahaya. Pastikan selalu berada di belakang pagar pengaman.

Bawa bekal Untuk kenyamanan berjalan-jalan, membawa bekal akan membuat pengunjung terhindar dari rasa lapar dan haus.

About sibyllineorder.org

Check Also

Sensasi Mandi di Tempat Pemandian Bidadari di Sanghyang Heuleut

Wilayah Bandung memang terkenal memiliki wisata alam yang eksotis, contohnya seperti gunung, situ atau danau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *