Home / Wisata / Menelusuri Legenda Sangkuriang di Gunung Tangkuban Perahu

Menelusuri Legenda Sangkuriang di Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu tempat wisata utama yang layak dijadikan pilihan oleh para wisatawan yang akan berlibur ke daerah Jawa Barat mereka.

Tangkuban Perahu

Sekitar 30 kilometer dari Bandung, gunung berapi kerucut ini menarik ribuan pengunjung setiap hari. Jumlah itu dapat meningkat sampai setidaknya 10.000 orang pada hari libur nasional atau akhir pekan yang panjang.

Legenda Perahu Terbalik

Sama seperti kebanyakan tempat di Indonesia, tempat – tempat tersebut memiliki mitos dan legenda sendiri. Dahulu kala, ada keluarga yang terdiri dari dua orang, sang ibu yang bernama Dayang Sumbi dan putra yang bernama Sangkuriang.

Simak juga: 9 Tempat Wisata di Bandung yang Terkenal dan Direkomendasikan

Mereka hidup bersama dengan seekor anjing yang setia bernama Tumang di tengah hutan. Tumang telah tinggal bersama Sumbi selama bertahun-tahun sebelum Sangkuriang lahir.

Suatu hari, mereka bertengkar karena Sangkuriang membunuh si Tumang yang merupakan jelmaan suami dari Dayang Sumbi. Dia pun marah lalu memukul kepala Sangkuriang dengan keras hingga kepalanya berdarah.

Bocah sepuluh tahun itu berlari keluar rumah dan tidak pernah kembali lagi. Merasa bersalah, sang ibu Dayang Sumbi berdoa kepada para dewa untuk dipersatukan kembali dengan putranya lagi.

Dia tidak pernah tahu bahwa Sangkuriang menderita hilang ingatan karena pukulan yang dilakukan olehnya.

Pertemuan Sangkurian dan Dayang Sumbi

Dia lupa segalanya tentang masa kecilnya, termasuk tentang Sumbi, Tumang, dan rumah mereka. Sejak kejadian itu, mereka menjalani hidup mereka masing-masing, terpisah satu sama lain.

Pertemuan Sangkurian dan Dayang Sumbi
Photo: Youtube.com



Dayang Sumbi tinggal di rumahnya tanpa menjadi tua berkat kehendak para dewa. Dia tetap awet muda dan cantik, masih terlihat menarik di depan banyak pria yang melihatnya di hutan.

Sangkuriang tinggal sendiri di luar sana, tumbuh menjadi pria tampan yang kuat. Sekitar 12 tahun kemudian, keduanya secara tak terduga bertemu tetapi tanpa mengenali satu sama lain. Semakin banyak waktu yang mereka habiskan bersama, semakin mereka saling mencintai.

Simak Juga: Rasakan Pengalaman Naik Karpet Aladin di Dago Dream Park

Satu hari sebelum pernikahan mereka, Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala Sangkuriang. Dia ingat itu adalah tempat yang sama ketika dia memukul anaknya dahulu.

Kegagalan Sangkuriang

Menyadari akan hal tersebut, Dayang Sumbi pun memberi tahu Sangkuriang bahwa dia adalah putranya tetapi Sangkuring menolak untuk mempercayainya dan tetap ingin menikahi ibunya tersebut.

Oleh karena itu, Dayang Sumbi memberi Sangkuriang tugas yang mustahil: membuatnya sebuah danau besar dan perahu. Sangkuriang harus menyelesaikan permintaan Dayang Sumbi sebelum fajar dan jika dia gagal, pernikahan itu akan dibatalkan.

Simak Juga: Bersantai di Ranca Upas dan Nikmati Hal-Hal Ini

Sangkuriang menerima tantangan itu, bahkan hampir menyelesaikan pekerjaannya sehingga membuat Dayang Sumbi cemas. Dia melambaikan boeh rarang, yaitu kain putih hasil tenunan, di udara yang tampak seperti matahari pagi.

Sangkuriang menjadi marah, menendang perahu terbalik yang kemudian berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Mengapa Harus Berkunjung ke Tangkuban Perahu?

Mengapa wistawan disarankan untuk tidak melewatkan destinasi wisata ini? Itu karena tempat wisata ini memiliki semuanya dalam satu paket: ketinggian setinggi langit, kawah, dan pemandangan hijau.

Simak Juga: Abadikan Cinta Anda Di Danau Situ Patenggang Yang Menyejukkan Hati

Karena merupakan gunung berapi aktif, panas geothermal membuat semua yang dekat dengannya menjadi panas. Dengan demikian, panas geothermal itu memunculkan beberapa mata air panas di sekitar Tangkuban Perahu.

Salah satu dari sembilan kawah yang ada di lokasi wisata Tangkuban Perahu adalah Kawah Domas. Kawah ini memiliki kolam air panas belerang.

Para pengunjung dari beragam usia telah melakukan perjalanan menuju kawah ini untuk mencuci kaki mereka di kolam. Mereka percaya bahwa belerang murni dapat menyembuhkan rematik dan penyakit kulit.

Menjulang setinggi 2.084 meter di atas permukaan laut, kawah tersebut memberikan pemandangan penuh langit Bandung-Subang. Lembah-lembah yang subur, lereng, dan perkebunan teh di daerah sekitarnya juga terlihat.

Simak Juga: Merajut Kegembiraan di The Trans Studio Bandung

Kabut putih keabu-abuan melayang di atas pohon dan kawah seperti titik-titik awan. Terkadang, rajawali dan elang merobek langit biru yang cerah dengan pekikan mereka yang bernada tinggi.

Tiga Kawah di Tangkuban Perahu

Setidaknya sudah 30 kali sejak terakhir kali Gunung berapi aktif ini telah meletus. Alhasil, gunung ini menghasilkan sembilan kawah yang tersebar di sekitar wilayah itu dengan tiga kawah utama, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas.

Kawah Ratu adalah ratu dari ketiga kawah tersebut karena merupakan kawah yang terbesar.

Kawah Ratu

Kawah Ratu terlihat seperti mangkuk raksasa dengan sisi berpasir warna abu-abu pucat. Cairan mirip air di bagian bawah berubah warna dari biru, hijau, menjadi abu-abu. Uap putih berhembus dari celah di dinding kawah, menciptakan aura dramatis.

Simak Juga: Abadikan Momen Unik Ini Hanya di The Lodge Maribaya

Semakin banyak letusan, semakin banyak udara berbau sulfur yang akan tercium di sekitarnya. Meskipun kawah dipagari dengan pagar kayu yang memagari tepi atas, pengunjung tetap tidak diperbolehkan untuk bersandar pada pagar tersebut.

Kawah Upas

Kawah lain yang berdekatan degan kawah utama adalah Kawah Upas. Mungkin ukurannya lebih kecil dari Kawah Ratu tetapi memiliki daya tarik yang sama.

Dibutuhkan sekitar 30 menit trekking dari Kawah Ratu ke Kawah Upas. Medan berpasir yang licin bisa menjadi tantangan dan karena itulah jarang orang yang menjelajah area tersebut.

Para pengunjung yang melewatkan untuk trekking ke Kawah Upas kehilangan banyak hal karena setiap langkah yang melelahkan itu membuahkan hasil.

Simak Juga: Belajar Sambil Bermain di Orchid Forest Lembang

Bagian bawah kawah yang retak, pohon mati yang berwarna kehitaman, lereng kapur putih yang membuatnya menjadi panorama yang berharga.

Kawah Domas

Kawah terakhir adalah Kawah Domas. Kawah ini memikat banyak pencari kecantikan untuk menutupi tubuh mereka dengan lumpur belerang.

Kawah ini jauh lebih dekat ke gerbang utama daripada Kawah Ratu, sekitar satu kilometer. Turis harus memanjat naik turun tangga hanya untuk sampai di sini.

Mereka mungkin merasa kelaparan dan menginginkan beberapa makanan pada saat mereka tiba di atas. Nah, bagi pengunjung yang merasa kelaparan ketika sampai di kawan, mereka bis merebus beberapa telur tepat di kolam air panas alami Domas.

Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Selain wisata alamnya, Jawa Barat juga terkenal dengan warisan kulinernya yang bermacam-macam. Dari yang pedas dan gurih, hingga yang manis dan lengket, semua pasti memuaskan selera semua orang.

Di kompleks Tangkuban Perahu, pengunjung dapat mencoba semua m hidangan lokal yang dijual di sana. Kios-kios makanan menjual sate kelinci panggang yang dilumuri saus kacang dan dimakan sebagai teman nasi.

Simak Juga: Berburu Sunrise dan Sunset yang Memukau di Tebing Keraton

Paket nasi lengkap khas Sunda dengan ayam, sayuran mentah, dan sambal cabai juga tersedia. Nasi ketan bakar “uli bakar” yang diatasnya ditaburi kelapa parut asin membuat camilan ringan yang sempurna. Akan lebih enak jika uli bakar itu dicelupkan ke dalam sambal oncom.

Warga setempat juga menjual komoditas daerah ini, seperti stroberi, blueberry, dan blackberry dalam kotak plastik. Nikmati secangkir bajigur, minuman hangat khas Jawa Barat, untuk mengakhiri wisata di Tangkuban Perahu.

Menikmati makanan yang nyaman di bawah pohon pinus yang tinggi di Tangkuban Perahu membuat segalanya lebih berkesan.

Jam Operasional Tangkuban Perahu

Para pengunjung yang berdatangan dari beragam tempat dapat yang cantik ini setiap hari mulai puku 07.00 WIB. Tempat wisata ini tutup setiap pukul 17.00 WIB, bahkan sebelum hari gelap.

Meskipun wisatawan tidak dapat melihat matahari terbenam, taman wisata alam ini terlalu indah untuk dilewatkan. Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi ketiga kawah yang ada di sini mereka harus datang lebih awal.

Perlu diingat bahwa perjalanan menuju Kawah Upas dan Domas membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit hingga satu jam.

Jam Buka Tangkuban Perahu

Senin – Minggu termasuk hari libur nasional 07:00 – 17:00 WIB

Tiket Masuk

Seperti halnya tempat wisata lain, pengunjung mancanegara akan dikenakan tarif yang berbeda dibandingkan wisatawan loka. Harga tiket juga berbeda pada akhir pekan.

Hari kerja

  • Wisatawan lokal dikenakan tarif tiket sebesar Rp. 20.000.
  • Wisatawan mancanegara dikenakan tarif tiket sebesar Rp. 200.000.
  • Jayagiri – Kawah Ratu (Pulang Pergi) Rp 7.000.

Akhir pekan

  • Wisatawan lokal dikenakan tarif tiket sebesar Rp. 30.000.
  • Wisatawan mancanegara dikenakan tarif tiket sebesar Rp. 300.000.
  • Jayagiri – Kawah Ratu (Pulang Pergi) Rp 7.000.

Harga Tiket untuk Kegiatan Lain

Hari Kerja dan Akhir Pekan

  • Foto Pernikahan                                  Rp 500.000
  • Shooting acara komersial                   Rp 2.000.000
  • Shooting video perusahaan/individu Rp 800.000

Tarif Parkir

Hari kerja

  • Sepeda Motor             Rp 12.000
  • Mobil                           Rp 25.000
  • Sepeda                        Rp 7.000
  • Bus                              Rp 110.000

Akhir Pekan               

  • Sepeda motor             Rp 17.000
  • Mobil                           Rp 35.000
  • Sepeda                        Rp 10.000
  • Bus                              Rp 150.000

Fasilitas Tangkuban Perahu

Para wisata yang berkunjung ke Tangkuban Perahu bisa menikmati wisata tanpa harus merasa khawatir tidak bisa ke toilet atau sholat karena tempat wisata ini memiliki fasilitas pendukung yang bisa digunakan oleh para pengunjung, antara lain:

  • toilet
  • mushola
  • tempat parkir yang luas
  • Beberapa toko dan kedai
  • Pemandu: mereka siap untuk mengarahkan wisatawan yang ingin pergi ke Kawah Domas dan Upas. Tidak ada yang bisa menjelajahi dua kawah ini tanpa bantuan dari pemandu karena jalurnya yang susah. Biaya pemandu sebesar Rp 100.000 – Rp 150.000. Pastikan untuk membuat kesepakatan sebelum pergi.

Cara Menuju Ke Tangkuban Perahu

Dari Terminal Bus Leuwi Panjang Bandung, gunakan bus Bandung-Indramayu via Subang. Berhenti di dekat gerbang utama Tangkuban Perahu, sebelum perbatasan Bandung-Subang Barat.

Orang-orang yang bepergian dengan kereta api ke Bandung harus berhenti di Stasiun Kereta Api Bandung.

Naiklah angkutan umum yang melayani Stasiun Bandung-Lembang dan berhenti di persimpangan Lembang-Maribaya-Tangkuban Perahu. Naik angkot lain menuju Lembang-Cikole dan berhenti di dekat pintu masuk Tangkuban Perahu.

Lokasi Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu berada di Jalan Tangkuban Perahu, daerah Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Tips Berkunjung ke Tangkuban Perahu

Ada yang perlu diperhatikan oleh para wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata ini, yaitu:

  • Bawa baju hangat atau jaket karena udara di sini dingin. Jadi sangat penting untuk membawa pakaian tebal. Gunakan juga penutup kepala semacam kupluk.
  • Bawa masker untuk menutupi hidung karena bau belerang terkadang menyengat. Masker juga berfungsi untuk melindungi wajah dari terik panas matahari.
  • Gunakan tabir surya dan bawa payung untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Pilih sepatu yang nyaman dipakai untuk menyusuri kawasan kawah.

Tempat Wisata di Dekat Gunung Tangkuban Perahu

Jika pengunjung ingin melanjutkan wisata di daerah sekitar Tangkuban Perahu, berikut adalah beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi:

  1. De Ranch
  2. Bandung Treetop Adventure Park
  3. Farmhouse Lembang
  4. The Lodge Maribaya
  5. Grafika Cikole
  6. Jendela Alam
  7. Pine Forest Camp Lembang

About sibyllineorder.org

Check Also

Wisata Curug Tilu Leuwi Opat yang Memukau

Bandung tak pernah kekurangan tempat wisata. Beragam destinasi wisata ada di Bandung, mulai dari wisata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *