Home / Wisata / Sensasi Mandi di Tempat Pemandian Bidadari di Sanghyang Heuleut

Sensasi Mandi di Tempat Pemandian Bidadari di Sanghyang Heuleut

Wilayah Bandung memang terkenal memiliki wisata alam yang eksotis, contohnya seperti gunung, situ atau danau dan curug atau air terjun.

Salah satu wisata alam yang menarik untuk dikunjungi di Bandung  adalah Sanghyang Heuleut. Destinasi wisata ala mini berlokasi di Desa Rajamandala Barat di wilayah Kecamatan Cipatat.

Adapun nama Sanghyang Heuleut jika diartikan ke dalam bahasa Indonesa, Sanghyang berarti suci dan Hauleut berarti jeda atau selingan. Meskipun namanya aneh, penduduk setempat mengakui area ini sebagai tempat yang tepat untuk bersantai dan menghilangkan stres.

Baca Juga: 9 Tempat Wisata di Bandung yang Terkenal dan Direkomendasikan

Juga, wisatawan tertarik pada sejarah dan legenda urbannya, terkait dengan lokasi wisata tersebut. Ditambah lagi dengan objek wisata yang berada di dekat Sanghyang Heuleut, yaitu Sanghyang Poek dan Tikoro.

Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek

Sanghyang Tikoro

Tikoro jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti kerongkongan. Di tempat inilah menurut cerita lokasi menghilangnya air danau purba Bandung.

Photo: wisatahits.blogspot.com



Lokasi ini memeang mirip dengan kerongkongan karena saat air masuk, akan langsung menghilang ditelan gelapnya gua. Adapun lokasi gua Sanghyang Tikoro berdekatan dengan bangunan Power House PLTA. Untuk bisa sampai ke Sanghyang Tikoro, pengunjung harus menuruni tangga.

Tepat di pelataran kecilnya, pengunjung baru bisa melihat Sanghyang Tikoro. Ada dua buah tebing  di bagian selatan gua di Sanghyang Tikoro yang berfungsi sebagai tembok penghalang untuk genangan danau purba.

Sanghyang Poek

Sanghyang Poek merupakan salah satu dari gua purbakala yang terdapat di daerah Bandung. Bentuknya mirip seperti sebuah celah yang terhimpit tebing tinggi.

Photo: infobdg.com



Air yang mengalir di Sanghyang Poek ini tidaklah terlalu deras. Di sekitar gua banyak terdapat bebatuan besar yang menghiasi lokasi wisata tersebut. Pemandangan di dalam goa ini sangat memukau.

Baca Juga: Indahnya Pelangi di Curug Cimahi

Bebatuan besar menghiasi bagian dalam gua. Karena memiliki track yang menyenangkan, tak heran jika banyak orang atau wisatawan yang penasaran dan kemudian masuk ke dalam gua.

Hanya saja karena bebatuan tersebut letaknya miring dan berdiri jadi lebih menyulitkan bagi pengunjung.

Nuansa

Jika penasaran apa itu Sanghyang Heuleut, mari kita cari tahu. Jadi, Sanghyang Heuleut itu adalah sebuah danau kecil, yang terkait dengan Sungai Citarum kuno.

Maka tak heran jika danau ini memiliki keindahan yang menarik untuk dipelajari para wisatawan. Selain itu, danau ini memiliki air yang indah seperti susu dan juga suasana yang tenang.

Danau ini juga dikelilingi oleh batu-batu besar dan kecil yang memberikan lokasi yang bagus untuk fotografi. Objek yang jarang terlihat di sini adalah pohon tinggi.

Baca Juga: Menikmati Keindahan dan Dinginnya Kawah Putih Ciwidey

Di akhir pekan, tempat ini dipenuhi oleh banyak pengunjung berbeda jauh jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Adapaun pengunjungnya sebagian besar adalah penduduk desa terdekat.

Mitos Mengenai Sanghyang Heuleut

Menurut cerita masyarakat setempat, dahulu kala tempat ini merupakan tempat pemandian para bidadari. Cerita lainnya mengenai Dayang Sumbi, ibu dari Sangkuriang yang konon diceritakan pernah mandi di danau ini juga.

Apakah cerita itu benar? Karena hanya mitos berarti kebenarannya tidak bisa dipastikan.  Namun selain mitos, Sanghyang Kolot dahulunya adalah sebuah danau purba hasil dari letusan Gunung Api Purba. Gunung itu bernama Gunung Sunda menurut cerita.

Di sini ada satu aliran air terjun yang kecil. Aliran itu berasal dari aliran Sungai Citarum Purba. Jadi aliran yang mengalir ke Sanghyang Heuleut itu berasal dari aliran Sungai Citarum Purba.

Jam Operasional

Tempat wisata Danau Sanghyang Heuleut dibuka setiap hari dari hari Senin sampai Minggu dari mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Harga Tiket

Untuk para pengunjung yang berminat untuk berwisata di tempat ini diharuskan untuk membayar tiket. Harga tiket sebesar Rp. 10.000 per orang.

Tarif Parkir

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan dikenakan biaya parkir.

  • Untuk motor tarif parkir sebesar Rp. 5.000.
  • Untuk mobil tarif parkir sebesar Rp. 10.000.

Fasilitas

Karena tersebut dikelola oleh Perhutani maka tempat ini telah menjadi tempat wisata resmi.

Staf juga menyediakan pelampung untuk disewa wisatawan, terutama bagi mereka yang ingin berenang di danau ini. Apalagi harganya cukup terjangkau yaitu hanya sebesar Rp. 20.000.

Baca Juga: Menikmati Pengalaman Berwisata ala Koboi di De Ranch Lembang

Memang benar sebagian besar pengunjung yang datang ke Sanghyang Heuleut tujuannya untuk menikmati berenang. Itu semua karena air yang berwarna turquoise atau kehijau-hijauan yang memikat.  

Air danau ini terasa sangat menyegarkan, terutama di pagi hari. Danau ini juga cocok untuk orang dewasa dan anak-anak. Airnya tenang dan cukup aman untuk semua orang. Jika tak ingin berenang, pengunjung bisa berendam saja atau mungkin cukup dengan bermain air.

Jika ingin menjelajahi Sanghyang Heuleut dan dua tempat lainnya, yaitu Sanghyang Poek dan Sanghyang Tikoro, pengunjung bisa menyewa pemandu. Tarif yang dikenakan untuk itu sebesar Rp. 5.000 – Rp. 50.000.

Sayangnya fasilitas penunjang lain yang penting seperti toilet atau mushola belum tersedia di sini. Yang ada hanya warung-warung kecil yang menjajakan makanan dan minuman.

Lokasi

Tempat wisata ini berlokasi di Desa Rajamandala Kulon di Kecamatan Cipatat yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga: Menonton Sambil Belajar Bermain Angklung di Saung Angklung Udjo

Sanghyang Heuleut letaknya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Cianjur dan berdekatan dengan Waduk Saguling.

Cara Menuju ke Lokasi Wisata

Untuk sampai ke area lokasi wisata ini pengunjung hanya perlu mengikuti rute yang menuju ke PLTA Saguling. Letaknya memang tidak jauh dari PLTA Saguling yang juga berada di wilayah Kecamatan Rajamandala. Jarak tepatnya dari gapura PLTA saguling sekitar 5km.

Tidak tahu di mana PLTA Saguling berada? Jika pengunjung datang dari arah Bandung, tinggal menuju ke Kecamatan Rajamandala.

Ketika sampai di kecamata tersebut, pengunjung akan menemukan sebuah pertigaan juga gapura dengan tulisan PLTA Saguling. Jika melihat gapura tersebut maka tinggal masuk saja melalui gapura tersebut.

Tips

Sebaiknya gunakan sandal atau sepatu yang cocok untuk perjalanan, seperti sepatu dengan sol bergerigi yang tidak licin atau sandal gunung karena pengunjung akan banyak menemukan bebatuan sepanjang perjalanan menuju lokasi.

Baca Juga: Menikmati Hawa Sejuk di Glamping Lakeside

Datanglah saat musim kemarau karena pengunjung dapat menikmati keindahan air jernih yang berwarna turquoise itu saat musim kemarau. Pada musim penghujan, warna air cenderung berubah kecoklatan dan debit air di danau juga meningkat.

Waspadalah ketika berenang karena bisa saja terjadi hal-hal yang tidak inginkan seperti adanya luapan air sungai ke arah danau. Untuk itu disarankan jangan berenang terlalu ke tengah.

Ini dikarenakan danau ini aliran airnya berasal dari Sungai Citarum yang debit airnya sering kali deras ketika musim hujan.

Penginapan

Bagi pengunjung yang datang dari luar kota dan memerlukan tempat untuk menginap, di daerah yang berdekatan dengan lokasi wisata terdapat beberapa hotel dan penginapan yang nyaman, seperti:

  • High Livin Apartemen
  • Monalisa Hotel
  • Mason Pine Hotel
  • Budi House & Food Station
  • Rancho Topaz Guest House
  • Simply Valore Hotel

About sibyllineorder.org

Check Also

Wisata Curug Tilu Leuwi Opat yang Memukau

Bandung tak pernah kekurangan tempat wisata. Beragam destinasi wisata ada di Bandung, mulai dari wisata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *