Home / Hunian / Jadi Komoditi Ekspor, Ini Kelebihan Rumah Panggung Minahasa

Jadi Komoditi Ekspor, Ini Kelebihan Rumah Panggung Minahasa

Rumah Panggung Minahasa atau Rumah Adat Woloan merupakan bangunan hunian tradisional yang berasal dari Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara dan kini jadi populer, bahkan sampai diekspor ke berbagai negara.

Baca Juga: Mengenal Ragam Rumah Adat di Indonesia Yang Wajib Kamu Tahu

Sejauh ini, rumah panggung ini sudah diekspor ke Malaysia, Maldives, Argentina dan Venezuela.

Tingginya peminat rumah ini tak lain lain karena bentuknya yang menarik, dan kualitasnya yang baik, bahkan disebut-sebut sebagai rumah tahan gempa.

Jadi seperti apa sih sebenarnya rumah unik satu ini?

Baca terus ya, penjelasannya berikut ini…

Sekilas, rumah ini memiliki kesamaan dengan rumah-rumah tradisional dari suku lainnya, dengan bentuk panggung dan bahan utama dari kayu.

Baca Juga: Ini 6 Rumah Adat Sunda Yang Namanya Unik

Yang berbeda dan menarik, salah satunya bisa dilihat dari proses pembangunannya yang dikenal dengan istilah ‘mapalus’ alias gotong royong, yang masih hingga kini masih diterapkan di beberapa desa di Minahasa.

Lalu tak kalah menarik, ketika rumah dibangun, orientasinya juga tak bisa sembarangan, karena sudah ditentukan oleh Tona’as (golongan pemimpin Minahasa) yang memperoleh petunjuk dari Empung Walian Wangko (Tuhan).

Dan kalau bicara materialnya, rumah panggung ini terdiri dari beberapa jenis kayu seperti kayu besi, linggua hingga kayu cempaka utan, kayu nantu dan lain-lain.

Penempatannya pun berbeda-beda, dimana kayu besi untuk tiang, kayu cempaka untuk dinding dan lantai, sementara kayu nantu untuk rangka atap.

Karakteristik konstruksi rumah panggung Minahasa antara lain rangka atapnya adalah gabungan bentuk pelana dan limas dengan kayu / bambu batangan yang diikat dengan tali ijuk.

Untuk bagian badan menggunakan konstruksi kayu dan sistem sambungan pen, lalu kolong bangunan biasanya terdiri dari 16-18 tiang penyangga.

Kolong atau biasa juga disebut ‘godong’ ini berfungsi sebagai gudang tempat penyimpanan hasil dan alat pertanian.

Sementara bagian tangga berasal dari akar pohon besar atau bambu.

Rumah adat Minahasa merupakan rumah panggung yang terdiri dari dua tangga di depan rumah.

Baca Juga: Rumah Adat Baduy: Harmonisasi antara Alam, Manusia, dan Kesederhanaan

Uniknya, hal ini juga dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Dimana penempatan dua tangga ini, bertujuan agar jika ada roh jahat yang mencoba naik dari salah satu tangga, maka roh jahat ini akan kembali turun di tangga yang lainnya.

Setelah menaiki tangga utama, kita bisa menemukan teras depan yang dapat digunakan sebagai tempai untuk bersantai.

Rumah Panggung Minahasa

Ada dua bentuk dalam arsitektur bangunan rumah panggung Minahasa, yakni Rumah Panjang (Wale Wangko) yang dibangun tanpa dinding kamar dan loteng.

Serta Rumah Tinggal yang memiliki kamar simetris dengan sebuah ruang terbuka (pores) di bagian depan, dan bisa difungsikan sebagai ruang tamu, tempat pertemuan keluarga maupun untuk acara tertentu.

Sementara untuk pores bagian belakang digunakan sebagai ruang makan dan dari sini kita bisa mengakses bagian loteng dengan menggunakan tangga.

Di loteng ada ruang luas untuk menjemur hasil pertanian seperti beras dan sebagainya, termasuk untuk menjemur pakaian.

Rumah Panggung Minahasa
Photo: indonesiakaya.com

Sementara dapurnya berada di bagian bawah belakang rumah. Dan toilet kurang lebih 10m di belakang rumah.

Sayangnya, kini rumah tradisional Minahasa sebagai identitas lokal sudah mulai jarang ditemukan karena banyak mengalami renovasi, walaupun tetap mempertahankan unsur keunikan.

Dan kini daya tarik dan keunikan rumah panggung ini sudah mulai menarik minat pembeli dari luar, tak hanya luar Sulawesi, tapi juga luar negeri, seperti yang disebutkan sebelumnya.

Komoditas unggulan Sulawesi Utara ini diminati karena karena bentuknya yang unik dan kualitasnya yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Pemesanan rumah panggung Minahasa dari luar daerah sangat dimungkin karena menggunakan sistem knock down sehingga bisa dibongkar pasan dan dipindah-pindah.

Meski begitu, rumah panggung ini bisa kokoh berdiri, karena kuncinya adalah pada sistem pemasangan kayu yang saling menancap, jadi bukan dipaku. Dan di beberapa sudut bangunan, dipasang pilar untuk menahan guncangan misalnya gempa.

Untuk membangun satu rumah diperlukan waktu kurang lebih 4 bulan, dimana proses utamanya adalah pemotongan kayu yang memakan waktu sekitar 1-2 bulan, pengapalan selama 1-2 minggu dan perakitan selama 2 bulan.

Untuk harganya, semua tergantung luas bangunan dan jenis kayu yang dipilih. Sebagai gambaran, rumah panggung berukuran 7 x 10m dengan dua kamar tidur ditawarkan hingga Rp80 juta per unit.

Ukuran yang lebih besar, yakni dengan tiga kamar tidur dijual seharga Rp180 juta, dan yang paling luas yakni ukuran 11 x 16m dengan minimal 4 kamar tidur, harganya mencapai Rp200 juta lebih.

Meski banyak peminat, bisnis rumah panggung ini bukannya tidak ada kendala.

Salah satunya adalah bahan baku yang kian sulit. Padahal satu unit rumah biasanya membutuhkan 10-12 kubik kayu.

Untuk menutupi kekurangan bahan baku, pengusaha mulai membeli kayu dari Maluku Utara, Gorontalo hingga Papua.

Pusat pengrajin rumah panggung di Sulut terdapat di Woloan, Tomohon, dan sudah ditetapkan pemerintah setempat sebagai kawasan industri rumah panggung Minahasa.

Jadi tak heran jika kawasan ini mampu memenuhi permintaan baik dari berbagai daerah maupun negara.

Rumah Panggung Minahasa
Photo: pedomanwisata.com

Nilai penjualannya pun tak tanggung-tanggung. Pada 2010 misalnya, hasil penjualan ke berbagai daerah dan mancanegara menghasilkan sekitar Rp1,78 miliar.

Setelah itu sempat diekspor pula ke Malaysia. Dari satu unit saja bisa menghasilkan devisa sebesar USD 11.000 atau lebih dari Rp150 juta.

Lalu kegiatan ekspor kembali dilakukan, kali ini ke Maldives yakni seberat 16.278 ton dengan nilai 21 ribu dolar AS atau lebih dari Rp290 juta.

Pengiriman rumah panggung ke luar negeri memang sengaja tidak dilakukan dalam jumlah banyak, untuk menjaga agar tidak semua pohon ditebang lalu dijadikan material rumah.

Yang menarik, jika dulu kalau ingin membeli rumah panggung ini harus membawa tukang langsung dari Sulawesi Utara, kini semua sudah bisa dikerjakan lebih praktis dengan sistem komputer, jadi pemesan dari luar daerah atau luar negeri bisa memasang sendiri rumahnya.

Bagaimana? Tertarik untuk punya rumah panggung Minahasa?

About sibyllineorder.org

Check Also

rumah adat sunda

Ini 6 Rumah Adat Sunda Yang Namanya Unik

Menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia, Suku Sunda pastilah mempunyai rumah adat alias rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *