Home / Hunian / Menyelisik Rumah Adat Mandar Suku Asli Sulawesi Barat

Menyelisik Rumah Adat Mandar Suku Asli Sulawesi Barat

Sebagai daerah baru pemekaran Sulawesi Selatan pada tahun 2004, tak banyak orang yang membahas mengenai seluk-beluk Provinsi Sulawesi Barat, termasuk peninggalan budaya daerah tersebut.

Padahal, selayaknya provinsi lain di Indonesia, Sulawesi Barat juga memiliki berbagai peninggalan budaya yang menarik untuk diketahui, salah satunya mengenai rumah adat Mandar suku asli Sulawesi Barat.

Baca Juga: Mengenal Ragam Rumah Adat di Indonesia Yang Wajib Kamu Tahu !!

Pembahasan mengenai rumah adat di Indonesia memang menjadi topik yang sangat menarik untuk diselediki, karena menyimpan sedung makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Lantas, bagaimana makna dan filosofi dibalik pembangunan rumah adat Mandar? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Mengenal rumah adat Mandar

Rumah adat suku Mandar atau biasa disebut Rumah Boyang adalah salah satu arsitektur peninggalan masyarakat Sulawesi Barat.

Rumah adat Mandar berbentuk rumah panggung yang dibangun menggunakan bahan kayu, dilengkapi dengan pasak tiang-tiang kayu besar dengan tinggi 2 meter yang jadi penopang lantai dan atap rumah.

Selain itu, rumah ini juga memiliki konsep tiga susunan. Bagian pertama dinamakan tapang, yaitu susunan paling atas yang meliputi atap dan loteng rumah.

Baca Juga: Mengenal Kebudayaan dan Rumah Adat Papua Sebagai Bagian Kekayaan Indonesia

Bagian keduanya disebut roang hayang, atau ruangan yang difungsikan untuk melakukan aktivitas keseharian bagi pemiliknya. Sedang terakhir, yang letaknya paling bawah rumah disebut naong boyang.

Setiap bagian rumah adat mandar juga terdiri dari tiga petak, atau biasa disebut sebagai tallu lotang.

Photo: vazame.com

Petak pertama yang berada paling depan disebut samboyang, petak kedua berada di tengah disebut tangnga boyang, dan petak ketiga berada di belakang disebut bui lotang.

Pada zaman dahulu kala, Rumah Boyang difungsikan sebagai tempat tinggal suku Mandar. Namun, rumah untuk masyarakat Mandar ini pun tidak semuanya sama, melainkan dibagi ke dalam dua jenis bangunan.

Pertama, rumah adat Mandar bernama Boyang Adaq, yang khusus diperuntukan sebagai hunian para keturunan bangsawan atau kerajaan.

Sedang kedua, rumah adat Mandar bernama Boyang Beasa, yang diperuntukan bagi masyarakat biasa.

Simak Juga: Seram, Inilah Rumah Berhantu Termahal di Dunia

Perbedaan mencolok dari kedua jenis rumah ini terletak pada ornamen yang terdapat pada bagian rumah. Boyang Adaq memiliki tumbaq layar (penutup bubung) yang tersusun tiga hingga tujuk tumpuk.

Sedang Boyang Adaq, memiliki tumbaq layar lebih sederhana karena hanya memiliki satu tumpuk atap.

Selain itu, Boyang Adaq juga dapat dibangun dengan tiga hingga sebelas anak tangga, sedang Boyang Beasa hanya memiliki satu susun anak tangga saja.

Menariknya, sampai saat ini, beberapa keturunan bangsawan suku Mandar masih menggunakan Boyang Adaq sebagai huniannya, lho.

Fungsi tiap ruang dalam rumah adat Mandar

Dalam bahasa suku Mandar, ruangan di dalam rumah disebut sebagai Lotang, dan rumah adat Mandar memiliki 3 buah lotang utama yang fungsinya tentu berbeda satu dengan yang lainnya.

Lotang pertama disebut Samboyang, pada rumah adar Mandar, samboyang sendiri berarti ruang tamu yang letaknya berada di bagian depan rumah.

Jika sedang berlangsung acara adat, samboyang berfungsi sebagai areal berkumpulnya kaum pria.

Kedua, tangnga boyang, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tangnga boyang difungsikan sebagai areal berkumpul keluarga, serta ruang bagi keluarga untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Photo: gpswisataindonesia.wordpress.com

Sedang ketiga, bui boyang yang letaknya berada di belakang bagian rumah. Biasanya, areal bui boyang diisi oleh beberapa kamar, yang disebut sebagai Songi.

Songi merupakan kamar tidur bagi para anggota keluarga yang dibangun dengan ukuran berbeda-beda.

Selain lontang utama, ada juga yang namanya lontang tambahan. Lontang tambahan ini terdiri dari empat ruangan lain yang disebut Tapang, Paceko, Lego-lego, dan Naong Boyang.

Keempat lontang tambahan pada rumah adat Mandar tentu memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Contohnya tapang, fungsinya sebagai gudang atau tempat menyimpan barang yang letaknya berada di loteng. Zaman dahulu, tapang digunakan sebagai tempat bersembunyi bagi calon pengantin wanita.

Hal ini dimaksudkan agar calon pengantin tersebut menjaga kesuciannya sebelum menikah, mirip seperti prosesi pingitan dalam adat Jawa.

Lain halnya dengan Paceko, atau dalam bahasa Indonesia berarti dapur. Letaknya menyilang dengan bangunan utama namun memiliki lebar yang sama.

Setelah itu ada juga lego-lego, bagian depan rumah yang difungsikan sebagai areal bersantai bagi pemilik rumah, yang sekarang disebut sebagai teras.

Sedang terakhir, seperti yang juga telah disebutkan sebelumnya, naong boyang berada di bagian bawah bangunan atau kolong rumah.

Memiliki alas berupa tanah, yang biasa digunakan sebagai kendang ternak ataupun tempat menenun bagi para wanita suku Mandar.

Keunikan rumah adat Mandar

Jika melihat dari penjabaran di atas, sebenarnya sudah cukup terbayang ya, bagaimana keunikan dari rumah adat Mandar.

Namun hal tersebut belum seberapa lho, masih ada lagi beberapa keunikan lain yang membedakan rumah adat Mandar dengan rumah-rumah adat lain di Indonesia, salah satunya dari bentuk atapnya.

Bentuk atap rumah adat Mandar cukup unik, yaitu berbentuk seperti pelana yang memanjang dari depan hingga ke belakang, sampai menutupi rumah.

Selain itu, terdapat hiasan ornamen di bagian dinding, tangga, plafon, atap, serta bagian lain pada rumah.

Photo: gpswisataindonesia.wordpress.com

Ornamen memang menjadi ciri khas bagi rumah adat Mandar. Bahkan, bagi masyarakat suku Mandar, ornamen pada rumah dapat menunjukkan identitas sosial dan makana budaya dalam masyarakatnya.

Pada bagian atap, biasanya memiliki penutup yang diukir dengan motif bunga melati, sedang di bagian ujung atap terdapat ukiran burung atau ayam jantan.

Memang, corak ornamen yang terdapat pada rumah adat Mandar biasanya terinspirasi dari alam, manusia, flora, fauna, agama hingga kepercayaan.

Namun, tidak semua bentuk hewan dan tumbuhan dapat dijadikan ukiran pada ornamen rumah adat Mandar, sebab bertentangan dengan aturan adat.

Unik sekali bukan arsitektur rumah adat yang satu ini? jika kamu tertarik untuk melihat secara langsung bentuk rumah adat Mandar, rumah tersebut masih banyak terdapat di desa pedalaman Sulawesi Barat.

About sibyllineorder.org

Check Also

rumah adat sunda

Ini 6 Rumah Adat Sunda Yang Namanya Unik

Menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia, Suku Sunda pastilah mempunyai rumah adat alias rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *