Home / Hunian / Rumah Adat Bolon: Warisan Kebudayaan Batak yang Sarat akan Simbol

Rumah Adat Bolon: Warisan Kebudayaan Batak yang Sarat akan Simbol

Sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia, suku Batak menyimpan banyak sekali warisan kebudayaan yang menarik untuk dibahas, salah satu di antaranya adalah Rumah Adat Bolon, rumah adat suku Batak.

Simak Juga: Mengenal Ragam Rumah Adat di Indonesia Yang Wajib Kamu Tahu

Berbeda dengan rumah adat pada umumnya, rumah adat bolon memiliki enam jenis rumah adat yang berbeda, sesuai dengan pembagian sukunya.

Suku Batak sendiri terbagi ke dalam enam kelompok, yaitu Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola.

Menurut cerita, pembagian suku Batak ke dalam enam kelompok ini didasari atas daerah domisili dari masing-masing kelompok tersebut.

Contohnya seperti Batak Toba yang mayoritasnya berdomisili di kawasan Danau Toba atau Samosir, maka dari itu kelompok Batak ini disebut sebagai Batak Toba.

Meski berbeda dari segi penamaan, bahasa dan rumah adat, namun terdapat benang merah yang dapat kita tarik menjadi kesamaan di antara keenam kelompok tersebut.

Kesamaan tersebut juga dapat kita lihat dari bentuk bangunan rumah adat bolon dari masing-masing kelompok. Untuk lebih jelasnya, simak penjabaran berikut ini.

Mengenal rumah adat bolon

Pamor rumah bolon mungkin tak setenar dibandingkan rumah adat lain yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semakin sedikitnya jumlah keluarga yang masih menghuni rumah adat ini.

Sehingga, saat ini sulit sekali menemukan rumah adat bolon ini di Sumatera Utara. Padahal, pada zaman dahulu, rumah bolon merupakan tempat tinggal bagi 13 raja yang menduduki kawasan tersebut.

Simak Juga: Mengenal Kebudayaan dan Rumah Adat Papua Sebagai Bagian Kekayaan Indonesia

Kendati begitu, seiring berjalannya waktu, rumah adat bolon mulai digunakan sebagai hunian bagi warga biasa, dan dapat menamping 2 hingga 6 keluarga karena ukurannya yang sangat besar dan luas.

Mengenal rumah adat bolon
Photo: batak-network.blogspot.com

Pada umumnya, bentuk dari rumah bolon adalah rumah panggung. Tiang penopang rumah dibangun menggunakan gelonggong kayu berdiamater 40 sentimeter yang ditancapkan pada permukaan tanah.

Tinggi tiang penyanggang tersebut bisa mencapai 1,75 meter. Sedang, dindingnya terbuat dari anyaman bambu, lantainya terbuat dari papan, dan atapnya terbuat dari bahan daun rumbia dan ijuk.

Berbicara soal atap, bentuk atap rumah adat bolon terbilang cukup unik, yaitu berbentuk seperti pelana kuda dengan sudut yang sempit dan mengerucut cukup tinggi.

Bila dilihat dari luar, dinding atapnya juga terkesan cukup pendek, namun karena rumah bolon tidak dilengkapi dengan plafon, maka keadaan di dalam ruangan rumah cukup luas dan lega.

Ciri khas rumah adat bolon berikutnya terletak dari tangga yang terdapat pada bagian depan rumah tersebut, sebab anak tangganya selalu berjumlah ganjil.

Uniknya, untuk merekatkan ikatan antar material bangunan, rumah adat bolon menggunakan sistem kunci antar kayu, yang kemudian diikat menggunakan tali, tanpa menggunakan paku sedikitpun.

Selain itu, pada bagian pintu depan biasanya terdapat gorga atau lukisan berbentuk hewan, seperti cicak dan kerbau yang didominasi dengan warna merah, hitam, dan putih.

Simak Juga: Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah atau Rumah

Hal ini bukan tanpa alasan, rumah adat bolon memang dipenuhi oleh simbol-simbol yang menunjukkan pandangan kosmologis sekaligus filosofi budaya Batak.

Filosofi simbol pada rumah bolon

Filosofi simbol pada rumah bolon
Photo: sportourism.id

Ya, selayaknya rumah adat pada umumnya, rumah adat bolon juga memiliki filosofi dari simbol-simbol yang melekat pada bangunan rumah tersebut.

Seperti pada atap rumah adat bolon, dibangun dengan bahan anyaman bambu atau lambe-lambe dalam bahasa batak, yang dapat menunjukkan sifat dari si pemilik rumah.

Selain itu, lekukan ukiran pada dinding rumah adat ini juga memiliki filosofi dan artinya masing-masing.

Pada baguan kiri dan kanan tiang, ada ukiran yang berbentuk layaknya payudara wanita atau odap-odap. Bukan bermaksud porno, namun simbol tersebut merupakan lambang kesuburan.

Ada pula lambang cicak, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yang merupakan lambang dari penjaga serta pelindung bagi rumah adat bolon. Masyarakat menyebutnya sebagai boraspati.

Ornamen cicak tidak cuma terlihat pada bagian depan rumah saja, namun juga pada tali-tali pengikat dinding atau tali ret-ret yang membentuk cicak berkepala dua yang saling bertolak belakang.

Selain sebagai penjaga, filosofi dari dua kepala yang saling bertolak belakang ini merupakan lambang peranan yang sama bagi penghuni rumah adat bolon, serta saling menghormati satu sama lain.

Fungsi ruang pada rumah adat bolon

Sejatinya, rumah bolon terdiri atas dua bangunan utama, yaitu ruma atau tempat tinggal dan sopo atau lumbung padi.

Letak keduanya saling berhadapan, hanya saja dipisahkan dengan halaman yang berfungsi sebagai ruang berkegiatan bagi warganya.

Bangunan rumah adat Bolon sendiri berbentuk empat persegi panjang dengan denah dalamnya merupakan ruangan terbuka tanpa kamar ataupun sekat pemisah.

Fungsi ruang pada rumah adat bolon

Meski begitu, di dalamnya terdapat ruang yang memiliki fungsi bermacam-macam, seperti:

1. Ruang jabu bong, merupakan ruangan khusus yang diperuntukan bagi kepala keluarga atau orang tau, letaknya berada di belakang di sudut sebelah kanan.

2. Ruang jabu soding, ini merupakan ruang khusus bagi anak-anak perempuan, letaknya berada di belakang sebalah kiri rumah adat bolon, serta berhadapan dengan ruang jabu bong.

3. Ruang jabu suhat, ruang yang dikhususkan bagi anak laki-laki tertua yang sudah menikah, letaknya berada di sudut kiri depan.

4. ruang tampar piring, adalah ruang untuk menyambut para tamu yang datang, fungsinya persis seperti ruang tamu pada rumah biasa, letaknya berada persis di sebelah jabu sahut.

5. Ruang jabu tango rano ni jabu rano, letaknya di bagian paling tengah rumah adat bolon. Ruangan ini kerap dijadikan sebagai ruang bagi anggota keluarga untuk berkumpul dan berinteraksi dalam rumah.

6. Kolong rumah, merupakan tempat yang sangat penting bagi keluarga, karena di sanalah tersimpan bahan panganan sekaligus kendang ternak untuk konsumsi sehari-hari.

Pembagian ruang pada rumah bolon tidak semerta-merta dibuat berdasarkan keinginan dari pemilik rumah atau kepala keluarga, namun mengikuti aturan adat yang berlaku.

Tidak hanya bagi keluarga yang menempati rumah saja, peraturan ini juga berlaku bagi tamu yang berkunjung ke rumah tersebut.

Nah, itu tadi penjelasan lengkap mengenai rumah adat bolon atau rumah bolon yang merupakan rumah adat asli suku Batak.

Semoga informasi yang saya berikan kali ini bermanfaat, selamat membaca!

About sibyllineorder.org

Check Also

rumah adat baduy

Rumah Adat Baduy: Harmonisasi antara Alam, Manusia, dan Kesederhanaan

Negara Indonesia dianugerahi berbagai macam suku dan budaya. Setiap suku melahirkan peninggalan budaya yang berbeda, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *