Home / Hunian / Rumah Adat Baduy: Harmonisasi antara Alam, Manusia, dan Kesederhanaan

Rumah Adat Baduy: Harmonisasi antara Alam, Manusia, dan Kesederhanaan

Negara Indonesia dianugerahi berbagai macam suku dan budaya. Setiap suku melahirkan peninggalan budaya yang berbeda, serta memiliki keunikannya masing-masing.

Bukan cuma dari bahasa dan adat-istiadatnya saja, keberagaman ini juga dapat kita lihat melalui rumah-rumah adat yang ada di Indonesia.

Orang Baduy misalnya, kelompok etnis yang mendiami kawasan Lebak, Banten ini merupakan satu dari banyak suku yang masih menjunjung tinggi adat-istiadat yang diwarisi oleh para leluhurnya.

Artikel Menarik: Mengenal Ragam Rumah Adat di Indonesia Yang Wajib Kamu Tahu !!

Cara mereka beraktivitas sehari-hari, memandang hidup, sampai dengan membangun tempat tinggal, masih sama seperti yang dilakukan oleh para leluhurnya sejak dulu.

Meski teknologi arsitektur sudah sangat berkembang, namun orang Baduy atau Urang Kanekes masih memilih tinggal di rumah adat Baduy yang berbentuk panggung tersebut.

Rumah adat Baduy juga masih dibangun mengikuti ketentuan adat-istiadat yang berlaku. Meski terkesan “kuno,” justru hal ini membuat keunikan tersendiri bagi orang-orang yang melihatnya.

Banyak masyarakat luar justru tertarik mengetahui, bagaimana sebenarnya rumah adat Baduy dibangun.

Lantas, apakah kamu juga ingin mengetahui seluk-beluk mengenai rumah adat Baduy? Jika iya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal rumah adat suku Baduy

Mengenal rumah adat suku Baduy
Photo: catatanruslan.com

Pada umumnya, rumah adat suku Baduy berbentuk rumah panggung, hampir seluruh bagian pada rumah tersebut dibangun menggunakan bahan dasar bambu.

Artikel Menarik: Menengok Rumah Adat Kebaya ala Sinetron Si Doel

Meski terdengar ringkih, namun jenis rumah panggung dengan bahan dasar bambu dinilai tepat diaplikasikan pada hunian orang-orang Baduy.

Lokasi desa Baduy yang berada di bawah kaki gunung membuat kontur tanahnya cenderung tidak rata, dengan konsep rumah panggung, rumah tersebut dapat dibangun mengikuti tinggi rendahnya lahan.

Uniknya lagi, proses pembangunan rumah adat Baduy biasanya dilakukan bergotong-royong. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga rasa kekeluargaan antara masyarakat suku Baduy.

Setelah memiliki gambaran mengenai rumah adat Baduy, sekarang saatnya saya menjabarkan secara rinci material apa saja yang digunakan dalam membangun rumah adat tersebut.

Keunikan material bangunan rumah suku Baduy

Keunikan material bangunan rumah suku Baduy
Photo: netizenku.com

Jika dilihat dari struktur bangunannya, mayoritas rumah adat suku Baduy menggunakan material yang berasal dari alam, sebagain besar berbahan bambu, batu, kayu, dan juga ijuk.

Pada bagian tanah yang tidak rata, pondasi rumah akan disangga menggunakan tumpukan batu kali. Batu kali tersebut juga berfungsi untuk mencegah agar tanah tidak longsor.

Artikel Menarik: Pahami Hal-Hal Berikut Sebelum Memutuskan Sewa Apartemen Bekasi

Batu yang dipilih adalah batu kali yang berukuran cukup besar. Selain itu, penggunaan batu pada rumah adat suku Baduy juga dimaksudkan agar material rumah tidak lekas lapuk.

Demi menjaga bangunan tetap kokoh, rumah ini juga dilengkapi tiang penyanggah bermaterial kayu.

Kayu yang digunakan pun tidak sembarangan, hanya jenis kayu yang kuat dan tahan lama, seperti kayu jati, mahoni, akasia, atau ulin lah yang dapat digunakan sebagai tiang pasak rumah adat suku Baduy.

Tidak cuma sampai di situ, bagian atap dan rumah juga dibangun menggunakan material yang sangat sederhana, kerangka atap dibuat menggunakan bilah bambu, sedang atapnya terbuat dari tumpukan ijuk.

Keunikan rumah adat Baduy juga terlihat dari pemilihan material anyaman bambu (bilik) yang dijadikan sebagai dinding rumah tersebut.

Penggunaan bilik sebagai dinding rumah dipilih bukan tanpa alasan, hal ini membuat sirkulasi udara pada rumah menjadi lebih lancar melalui celah yang terdapat pada material bilik.

Terlebih lagi, bagian lantainya dibangun menggunakan papan kayu atau bambu, sehingga membuat ruangan tetap sejuk, meski dibangun tanpa jendela.

Oh ya, berbicara soal ruangan, berikutnya saya akan menjabarkan fungsi tiap-tiap ruangan yang terdapat di dalam rumah adat suku Baduy. Penasaran? Baca terus sampai selesai ya.

Fungsi tiap ruangan pada rumah adat suku Baduy

Fungsi tiap ruangan pada rumah adat suku Baduy
Photo: indonesiakaya.com

Sebab pola kehidupan masyarakat Baduy yang masih menjunjung tinggi adat-istiadat yang diturunkan para leluhurnya, dari dulu hingga sekarang rumah adat suku Baduy dibangun dengan tiga ruangan saja.

Ruang pertama disebut sebagai Sosoro, letaknya di bagian depan rumah, tempat menerima tamu, bersantai, hingga digunakan para wanita sebagai tempat menenun.

Ruang yang kedua adalah ruang tengah rumah, biasa disebut sebagai Tepas. Tepas difungsikan sebagai tempat pertemuan keluarga, bersantai dan juga tidur.

Sedang yang ketiga disebut sebagai Ipah atau ruang belakang. Selayaknya rumah pada umumnya, ruang belakang difungsikan sebagai tempat menyimpan makanan dan memasak.

Ada hal yang unik dari dapurnya orang Baduy ini. Tungku yang biasa digunakan untuk memasak biasanya dibuat dari timbunan tanah.

Hal ini dimaksudkan, agar api buat memasak tidak membakar material kayu atau bambu yang terdapat pada rumah mereka.

Adab bertamu ke kawasan Baduy

Adab bertamu ke kawasan Baduy
Photo: harnas.co

Poin ini sengaja saya masukkan ke dalam artikel mengenai rumah adat Baduy. Pasalnya, banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke Baduy, namun acuh terhadap adab bertamu ke kawasan Baduy.

Sampai-sampai, sering sekali terjadi kasus di mana wisatawan yang berkunjung justru merusak adat-istiadat yang selama ini orang-orang Baduy jalani, hingga menyakiti hati si empunya rumah.

Suku Baduy memang terbuka bagi masyarakat luar yang ingin mengunjungi perkampungan mereka, namun menjaga tatanan sosial dan adat-istiadat ketika bertamu ke Baduy merupakan sebuah keharusan!

Terdapat beberapa pantangan yang harus dipenuhi para wisatawan yang berkunjung ke Baduy, salah satunya adalah larangan untuk masuk sampai ke bagian tengah rumah adat Baduy.

Para tamu dari luar hanya diperbolehkan berkunjung sampai bagian depan rumah saja. Sebab, bagian depan rumah adat Baduy berfungsi sebagai penangkal pengaruh buruk dari luar.

Meski terdengar menyakitkan, namun terdapat kepercayaan di masyarakat Baduy, bahwa tamu dari luar kerap membawa pengaruh buruk terhadap orang-orang Baduy.

Kendati begitu, buat kamu yang ingin mengunjungi desa Baduy, kamu tetap diizinkan kok untuk menginap di sana. Hanya saja, tempat menginap para tamu biasanya berada di rumah pemimpin adat atau Jaro.

Di sana satu-satunya tempat untuk para tamu dari luar diperbolehkan menginap. Walaupun, dalam situasi tertentu kamu bisa saja dipindahkan ke rumah warga biasa.

Salah satu yang memungkinkan terjadinya hal tersebut biasanya jika kondisi rumah Jaro sudah dipenuhi oleh para tamu yang menginap.

Bagi orang Baduy, rumah bukan hanya diperuntukan sebagai tempat tinggal saja, lebih dari itu, rumah adat Baduy merupakan gambaran antara harmonisasi alam, manusia, dan gambaran kesederhanaan

Konsep kesederhanaan ini tidak hanya terlihat dari bangunan rumah adat suku Baduy saja, pola kehidupan yang dijalani suku Baduy juga terbilang sangat tradisional dan sederhana.

About sibyllineorder.org

Check Also

rumah adat sunda

Ini 6 Rumah Adat Sunda Yang Namanya Unik

Menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia, Suku Sunda pastilah mempunyai rumah adat alias rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *