Home / Wisata / Berwisata Sambil Belajar di Museum Geologi Bandung

Berwisata Sambil Belajar di Museum Geologi Bandung

Sejarah Museum Geologi Bandung

Berdirinya Museum Geologi Bandung berhubungan erat dengan sejarah penyelidikan geologi di wilayah Indonesia. Penyelidikan tersebut telah dimulai semenjak tahun 1850-an.

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi pertama kali diresmikan pada 16 Mei 1929 oleh seorang administrator Belanda ketika dilakukan pembukaan gedung “Dienst van den Mijnbouw”.

Saat itu museum ini digunakan sebagai perkantoran yang diperlengkapi dengan sarana laboratorium geologi juga museum yang bertujuan untuk menyimpan juga memperlihatkan hasil survei geologi.

Seiring perubahan sejarah, Museum Geologi Bandung pun mengalami perubahan secara kelembagaan. Museum ini bernama Geologisch Laboratorium pada zaman pemerintahan Belanda yang berfungsi sebagai unit kerja untuk “Dienst van het Mijnwezen” yang lalu berubah nama menjadi “Dienst van den Mijnbouw”.

Artikel Terkait: Tempat wisata paling indah di bandung yang wajib kalian kunjungi

Pada masa penjajahan Jepang, museum ini berganti nama lagi menjadi “Kogyoo Zimusho” dari yang awalnya “Dienst van den Mijnbouw”. Tak lama nama museum berganti lagi menjadi “Tisitutyosazyo”.

Museum Geologi berubah fungsi menjadi bagian dari Laboratorium Paleontologi dan kimia. Museum ini sempat direnovasi dengan bantuan keuangan dari Japan International Cooperation Agency dan dibuka kembali pada 23 Agustus 2000.

Museum Geologi Bandung
Photo: Bing

Setelah kemerdekaan, museum dikelola oleh Pusat Djawatan Tambang dan Geologi dari tahun 1945-1950. Kemudian berubah nama menjadi Djawata Pertambangan Republik Indonesia pada tahun 1950 sampai 1952. Pergantian nama terus berlanjut hingga 2003.

Barulah pada tahun 2013 berdasarkan Permen ESDM no. 12, Museum Geologi kini berada di bawah Badan Geologi, Kementrian ESDM.

Koleksi Museum Geologi

Museum ini memiliki ratusan ribu artefak dan fosil, serta puluhan ribu endapan mineral, batu, dan sebagainya yang dikumpulkan di Indonesia sejak tahun 1850, serta benda-benda dari luar negeri.

Artikel Terkait: Menyaksikan Pelangi di Curug Cimahi

Dari semua koleksi milik museum, museum hanya menampilkan 10% dari koleksi mereka dan mereka menyimpan sisa koleksinya di “Ruang Dokumentasi”.

Museum Geologi Bandung
Photo: Google.com



Ada perpustakaan, yang terletak di sebelah museum yang memberikan pengunjung lebih banyak informasi tentang geologi. Namun, buku-buku mereka tidak untuk dipinjamkan hanya boleh difotokopi di tempat tersebut.

Museum Geologi memiliki koleksi baru “Rock Cycle Park”, yang menempati area seluas 400 meter persegi, yang terletak di depan museum. Terdapat 30 jenis koleksi batu di taman ini.

Taman tersebut diresmikan pada Mei 2011 dan menggambarkan siklus batuan di alam: berapi, sedimen dan metamorf. Satu tahun kemudian tepatnya pada Mei 2012, pihak museum juga menambahkan area interaktif baru: konsep “GeoDigi”, yang merupakan kombinasi antara geologi dan teknologi digital interaktif.

Artikel Terkait: Menikmati Keindahan dan Dinginnya Kawah Putih Ciwidey

Di lantai pertama ada presentasi tentang geologi Indonesia, informasi tentang alam semesta kita, deposit batu dan mineral, gunung berapi di Indonesia, replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (T-Rex) dan fosil hewan lainnya, seperti gajah, kura-kura raksasa, badak , dan seterusnya.

Di lantai dua, Museum Geologi menampilkan informasi tentang area penambangan emas di Pulau Papua, yang merupakan penambangan terbesar di dunia.

Di area ini juga diberikan informasi tentang eksplorasi sumber daya alam, bagaimana orang menggunakan sumber daya alam ini, bahaya geologi, dan banyak lagi.

Museum Geologi Bandung menawarkan pameran yang menarik dan disajikan dengan baik tentang ilmu bumi dan sejarah alam Indonesia, tempat yang tepat untuk membawa anak-anak untuk belajar tentang banyak hal.

Koleksinya bertempat di salah satu sayap bangunan Art déco kolonial yang luas, dirancang oleh arsitek Belanda H. Menalda van Schouwenburg pada tahun 1928 sebagai Geologisch Laboratorium, sebuah fasilitas penelitian geologi.

Artikel Terkait: Menikmati Pengalaman Berwisata ala Koboi di De Ranch Lembang

Empat galeri utama terbuka untuk umum yang membentang lebih dari dua lantai yang didedikasikan untuk “Geologi Indonesia”, “Sejarah Kehidupan”, “Sumber Daya Geologis” dan “Manfaat Geologis Bencana”.

Pintu masuk utama menampilkan kerangka gajah yang memfosil (Elephas hysudrindicus), ditemukan di Blora, Jawa Tengah, tetapi banyak kerangka lain yang dipajang di seluruh museum, termasuk tengkorak Manusia Jawa purba yang berupa replika. Di sini, sejarah singkat bangunan museum disajikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Sayap Barat menampilkan koleksi batuan dan mineral yang luas termasuk meteorit dengan pameran tentang pembentukan bumi dan tektonik, seperti yang banyak dilihat di museum sains.

Artikel Terkait: Menonton Sambil Belajar Bermain Angklung di Saung Angklung Udjo

Yang sangat menarik adalah pameran tentang Bentang Alam Morfologis Indonesia dengan koleksi batu yang menunjukkan beragam formasi tanah yang telah mereka ambil dan foto-foto yang menunjukkan di mana di peta Indonesia mereka dapat ditemukan.

Di sayap timur terdapat ruang Sejarah Kehidupan yang berisi tentang masalah evolusi. Koleksi fosilnya sangat baik dan replika Manusia Jawa (Homo Erectus) menarik untuk dilihat, dan anak-anak akan sangat senang melihat replika kerangka T-Rex serta koleksi kerangka yang asli lainnya.

Lokasi Museum Geologi

Museum ini berada di Jalan Diponegoro No.57 di daerah Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Kontak

Telepon: +62 22 7213822

Faks: +62 22 7213934

Email: [email protected]

Situs web: www.bgl.esdm.go.id

Jam Operasional

  • Hari kerja, Senin sampai Kamis buka mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
  • Akhir pekan, Sabtu dan Minggu buka mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00WIB.
  • Museum tutup setiap hari Jumat dan hari libur nasional.

Harga Tiket

Tiket masuk untuk siswa sebesar Rp. 2.000/orang, wisatawan domestik Rp. 3.000/orang dan wisatawan asing Rp. 10.000/orang.

Keterangan

Pengunjung grup harus membuat reservasi kunjungan satu minggu sebelum kunjungan, Ini juga berlaku untuk permintaan khusus lainnya, contohnya penelitian.

Museum juga mengadakan lokakarya untuk rekonstruksi fosil untuk anak-anak TK dan SD, terletak di sebelah “Taman Siklus Batuan”. Makan dan minum tidak diperbolehkan di dalam museum. Konter tiket buka hingga 30 menit sebelum museum ditutup.

Fasilitas di dalam Museum

  • Ruang Auditorium: kegiatan yang biasa dilakukan di ruangan ini adalah seminar, pemutaran film, ceramah, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pendidikan. Ruang ini bisa menampung 200 orang.
  • Ruang dokumentasi: digunakan untuk menyimpan koleksi milik museum yang berupa batuan, artefak atau fosil.
  • Ruang Edukasi: kegiatan yang biasa dilakukan di ruangan ini adalah diskusi dan ceramah. Ruangan ini bisa menampung sebanyak kurang lebih 40 orang. Jika ingin menggunakan ruangan ini harus memberitahu terlebih dahulu di awal.
  • Perpustakaan
  • Panduan tersedia dengan pemesanan di awal (dalam Bahasa dan Inggris)
  • Toko suvenir: di sini dijual berbagai cinderamata seperti alat peraga dan buku-buku yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Dijual juga asesoris, kaos, gantungan kunci serta benda geologi lainnya.
  • Toilet: toilet di museum bisa menampung 11 orang untuk toilet wanita dan 18 orang untuk toilet laki-laki. Letak toilet berada di sekitar ruang peraga di lantai satu. Toilet juga tersedia di Auditorium.
  • Masjid: tepat di samping museum terdapat sebuah mesjid yang bersih yang bisa menampung jamaah sebanyak kurang lebih 700 orang.
  • Poliklinik: fasilitas ini disediakan untuk pengunjung yang mungkin menderita sakit ketika berkunjung. Poliklinik ini buka setiap hari Senin sampai Kamis mulai dari pukul 09.00 WIB samapai 14.00 WIB. Tenaga medis yang bertugas di sini adalah dokter dan paramedis.
  • Bahasa: Bahasa Indonesia dan Inggris

Fasilitas Terdekat

  • Mini market
  • Apotek
  • Atm
  • Hotel

Cara Menuju Museum

Bagi pengjunjung yang berasal dari Bandung atau sudah berada di Bandung, untuk mencapai Museum Geologi Bandung bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki, naik angkot atau naik kendaraan online seperti Gojek atau Grab.

Artikel Terkait: Menikmati Hawa Sejuk di Glamping Lakeside

Jika menggunakan angkot, pilihlah angkot jurusan yang menuju ke arah Cicaheum jika pengunjung datang dari arah Dago. Minta angkot untuk berhenti tepat di depan Museum Geologi yang berhadap-hadapan dengan Taman Lansia. Jika datang dari arah timur, naiklah angkot jurusan Ledeng dan turun di depan museum.

Tempat Wisata Terdekat

Di dekat Museum Geologi Bandung, terdapat beberapa obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar kota hingga mancanegara.

Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia terletak di blok yang sama dengan Gedung Sate dan bangunan itu sendiri selesai pada tahun 1920, kemudian berubah menjadi museum bernama Museum Post Telegraph dan Telepon, pada tahun 1931.

Pemerintah Indonesia mengubah nama menjadi Museum Pos dan Giro (Pos Museum) pada tahun 1983 dan kemudian berubah nama menjadi Museum Pos Indonesia (Museum Pos Indonesia) pada tahun 1995.

Saat ini Museum Pos Indonesia memiliki koleksi peralatan pos bersejarah yang digunakan selama pendudukan Belanda, seperti timbangan surat antik dan kotak surat ruang filateli yang menyimpan berbagai perangko dari zaman kolonial hingga saat ini foto dokumen: “surat emas” buatan Raja (ditulis dengan tinta emas) dan seterusnya. Selain itu, ada diorama dan kendaraan pos yang digunakan di masa lalu.

Artikel Terkait: Sensasi Berbelanja di Atas Perahu di Floating Market Lembang

Jam operasional: Senin-Jumat 09.00 pagi – 04.00 sore, Sabtu jam 09.00 pagi – 01.00 siang, tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional. Biaya masuk gratis.

Gedung Sate

Gedung Sate merupakan gedung Pemerintahan Provinsi Jawa Barat telah menjadi landmark kota Bandung dan menjadi kebanggaan warganya. Menurut D. Ruhl, seorang arsitek Belanda, dalam bukunya menyatakan bahwa “Gedung Sate adalah bangunan paling indah di Indonesia.”

Keindahan Gedung Sate tidak perlu diragukan lagi. Pengunjung dapat memasuki gedung ini dengan terlebih dahulu meminta izin dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Taman Lansia

Taman ini terletak di depan Museum Geologi. Di sini pengunjung dapat berolahraga atau berkumpul bercengkrama bersama teman atau keluarga. Taman ini dipenuhi pepohonan yang rindang sehingga terasa nyaman.

Lapangan Gasibu

Jika ingin berolahraga, datanglah ke lapangan Gasibu. Lapangan ini sudah mengalami renovasi yang membuat pengunjung dapat nyaman berolahraga di sini.

About sibyllineorder.org

Check Also

Menyaksikan Pelangi di Curug Cimahi

Jika biasanya air terjun berwarna air jernih, maka di Curug Cimahi pengunjung bisa melihat air …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *