Home / Hunian / Mengenal Kebudayaan dan Rumah Adat Papua Sebagai Bagian Kekayaan Indonesia

Mengenal Kebudayaan dan Rumah Adat Papua Sebagai Bagian Kekayaan Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat kaya akan adat serta kebudayaan. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan tersendiri yang berbeda dengan daerah lainnya.

Wilayah Indonesia terbentang dari Sabang sampai dengan Merauke dan hampir di setiap provinsinya tersimpan kekayaan budaya yang sangat menarik untuk ditelusuri. Papua adalah salah satu daerah yang patut untuk dikenali lebih jauh tentang budayanya.

Rumah Adat Papua

Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang letaknya berada di ujung bagian timur. Di pulau Papua ini terdapat beberapa beberapa provinsi dan kota.

Pulau Papua sendiri mempunyai ukuran yang cukup besar dan siapa sangka merupakan pulau kedua terbesar setelah Greenland yang berada di Denmark. JIka dihitung-hitung luas dari Pulau Papua ini sendiri bisa mencapai 5 kali dari luas pulau Jawa.

Baca Juga: Ini Dia Syarat Jual Beli Rumah yang Wajib Kamu Tau

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Papua juga memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam mulai dari bahasa daerah, makanan tradisional, pakaian tradisional, senjata tradisional hingga rumamh adat yang menjadi ciri khas dari hunian penduduk asli pulau ini.

Mempelajari budaya Papua dapat memperkaya wawasan mengenai keberagaman dan kekayaan budaya yang ada di tanah air.

Jenis Rumah Adat Papua


Penduduk asli Papua terbagi atas suku-suku dan sebagian dari mereka masih memegang teguh nilai dan kebudayaannya masing-masing. Meskipun setiap suku bisa mempunyai kebudayaan berbeda penduduk Papua tetap mampu menjaga keharmonisan dan hidup bedampingan satu sama lainnya.

Artikel Terkait: Ini Daftar Fasilitas Apartemen Yang Harus Ada

Kali ini membahas soal rumah adat, di Papua ada rumah-rumah adat yang merupakan ciri khas dari tempat tinggal suku-suku asli yang ada di sana. Secara umum rumah adat Papua terbuat kayu untuk bagian dindingnya dan jerami untuk bagian atapnya.

Akan tetapi rumah adat ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis tergantung peruntukannya. Berikut ini beberapa macam rumah adat yang bisa ditemukan di Papua :

1. Wamai

Wamai ini merupakan bangunan tradisional yang dapat dengan mudah ditemukan di Papua. Bangunan adat ini tidak digunakan sebagai tempat tinggal melainkan sebagai kandang untuk hewan ternak yang dipelihara. Wamai biasanya digunakan untuk kandang babi, anjing, sapi, ayam atau hewan ternak lainnya.

Bangunan adat ini ada yang dibuat dengan bentuk persegi dan ada pula yang dibuat dalam bentuk lainnya. Ukurannya pun fleksibel bisa disesuaikan dengan kebutuhan seperti ukuran maupun jumlah hewan ternak yang dimiliki.

2. Honai

Photo: Google.com

Honai adalah bentuk dasar dari rumah adat masyarakat Papua. Rumah ini dibuat dengan bentuk menyerupai kerucut ataupun bulat sehingga tampilannya terlihat menyerupai bentuk jamur. .Bagian dinding dari honai dibuat dari kayu sedangkan bagian atapnya dibuat dari jerami. Rumah honai ini biasanya dibuat tidak terlalu tinggi hanya sekitar 2,5 meter saja ketinggiannya.

Baca Juga: Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah atau Rumah

Biasanya rumah honai ini dibuat menjadi 2 lantai dengan pembagian lantai atas untuk tidur atau beristirahat sedangkan lantai bawah digunakan untuk bersantai dengan keluarga. Kedua lantai ini dihubungkan oleh tangga yang terbuat dari kayu.

Hal unik yang hanya ditemukan di rumah tradisional suku Papua adalah rumah-rumah dibagi berdasarkan jenis kelamin dari penghuni di dalamnya dan rumah honai ini dihuni oleh para lelaki saja. Para wanita tinggal di rumah yang berbeda yang juga mempunya nama yang berbeda.

3. Ebai

Rumah adat selanjutnya adalah Ebai yang khusus dihuni oleh kaum hawa. Ebai berbentuk serupa dengan Honai namun dengan ukuran yang lebih kecil. Nama Ebai ini diambil dari bahasa setempat yaitu ebe yang mempunyai makna tubuh dan ai yang bermakna rumah.

Kedua kata tersebut kemudian digabungkan dengan makna bahwa rumah ini dihuni oleh para wanita yang bisa disebut sebagai rumah bagi kehidupan manusia.

Di dalam rumah Ebai ini para wanita mendidik anak-anak perempuan dengan berbagai ilmu kehidupan. Ilmu-ilmu yang diajarkan ini kelak akan dibutuhkan ketika para wanita akan menikah dan melanjutkan hidup ke jenjang berikutnya.

Selain anak perempuan para wanita pun boleh membawa anak-anak lelaki mereka ke dalam Ebai. Akan tetapi para anak lelaki ini wajib untuk berpindah ke rumah Honai ketika mereka sudah beranjak dewasa. Batas usia anak lelaki yang masih boleh tinggal di dalam Ebai ini adalah 12 tahun.

4. Rumsram

Rumsram
Photo: Google.com

Rumsram adalah salah satu rumah adat di Papua yang merupakan ciri khas dari suku Biak Numfor. Rumsram merupakan rumah yang hanya dihuni oleh para lelaki baik dewasa maupun anak laki-laki.

Di rumah ini para lelaki dewasa mengajarkan para remaja lelaki berbagai keahlian bertahan hidup serta bekal persiapan supaya kelak bisa menjadi seorang laki-laki yang tangguh dan bisa menjadi kepala keluarga yang kuat.

JIka dilihat dari bentuknya rumsram berbentuk persegi dan menyerupai rumah panggung. Di beberapa bagian dari rumah ini bisa ditemukank ukiran-ukiran yang unik. Selain itu bagian atap dari rumah ini pun mempunyai bentuk yang mirip dengan perahu yang terbaik. Bentuk atap ini menandakan bahwa penduduk yang tinggal di dalamnya berprofesi sebagai nelayan.

Rumah adat ini dibuat bertingkat dengan bagian bawah terbuka sedangkan bagian atasnya tertutup. Lantai bawah biasanya digunakan para lelaki untuk memberikan berbagai pelajaran untuk remaja laki-laki seperti cara memahat, perang dan membuat perahu.

5. Kariwari

rumah Kariwari
Photo: Google.com

Kariwari adalah rumah adat suku Tobati-Enggros. Suku ini bermukim di tepian Danau Sentani di Jayapura. Bentuk dari rumah Kariwari ini seperti limas dengan segi delapan.

Bagian atap dari rumah ini berbentuk kerucut yang konon memiliki filosofi agar dapat lebih deka dengan leluhur. Selain itu rumah ini dibuat dengan konstruksi yang tahan terhadap hempasan angin yang kuat yaitu dengan adanya kayu besi sebagai penopang bangunan yang saling terikat satu dengan yang lainnya. Bagian dinding rumah terbuat dari cacahan bambu sedangkan bagian atap dibuat dari susunan daun sagu.

Rumah Kariwari dibuat dengan ukuran yang cukup besar yaitu dengan ketinggian sekitar 20 sampai 30 meter dan terdiri dari 3 lantai. Tiap-tiap lantai dari rumah ini diperuntukkan bagi keperluan berbeda seperti lantai pertama yang digunakan sebagai tempat belajar, lantai kedua sebagai ruang pertemuan serta kamar tidur para lelaki serta lantai paling atas digunakan untuk tempat berdoa.

Rumah kariwari ini adalah rumah yang khusus dihuni oleh para remaja laki-laki yang usianya sudah menginjak 12 tahun. Di rumah ini para remaja laki-laki diajarkan berbagai keterampilan untuk dapat bertahan hidup dan dapat mencari nafkah untuk keluarganya kelak.

Ilmu-ilmu yang diajarkan di rumah ini diantaranya ilmu untuk berperang, bagaimana membuat perahu dan sejata maupun cara memahat.

Filosofi dari Rumah Tradisional Papua

Kebudayaan yang ada di daerah biasanya menyimpan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh penduduk asli daerah tersebut. Hal ini juga ternyata berlaku pada rumah adat di Papua contohnya. Rumah adat di Papua ini punya beberapa filosofi yang dipegang oleh penduduk lokal, berikut diantaranya:

Honai melambangkan persatuan

Honai ini ternyata melambangkan kesatuan yang dalam dunia nyata dicontohkan dengan penyelesaian masalah secara baik. Honai biasa dijadikan tempa tuntuk bermusyawarah antara pihak yang bertikai untuk menemukan solusi atau penyelesaian terbaik untuk kedua belah pihak. Biasanya masalah ini dibawa ke dalam honai untuk dibicarakan dengan orang-orang yang disegani dan dihormati oleh suku tersebut.

Honai berfungsi mempersatukan para anggota suku

Honai merupakan bangunan yang ukurannya tidak terlalu besar dan terkadang ditempati oleh anggota suku yang jumlahnya tidak sedikit. Akibatnya tiap-tiap anggota suku yang berdiam di dalam satu honai harus saling berinteraksi satu sama lain yang membuat masing-masing menjadi lebih saling mengenal.

Artikel Terkait: Tipe-Tipe Rumah dari yang Mungil Hingga yang Lega

Adanya ikatan yang kuat seperti saling mempercayai antar anggota suku ini dapat membawa dampak yang sangat positif bagi keberlangsungan suku tersebut di tanah Papua.

Honai melambangkan status diri

Honai ternyata juga dapat menjadi pelambang akan status diri dari orang yang menghuninya. Sebuah honai dapat mencerminkan bahwa orang yang tinggal di dalamnya adalah anggota dari suku tertentu. Biasanya anggota suku akan lebih dihargai oleh sesamanya apabila memiliki honai atau rumah adat masyarakat Papua ini.

Fungsi Rumah Adat Papua Selain Sebagai Rumah Tinggal

Rumah identik dengan tempat tinggal dan tempat untuk beristirahat bagi penghuninya. Tapi rumah adat di Papua punya fungsi yang lebih luas selain hanya sebagai tempat untuk beristirahat. Ini dia beberapa fungsi dari rumah adat di Papua yang penting untuk diketahui:

1.Sebagai gudang atau tempat penyimpanan

Rumah adat ini ternyata juga dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan berbagai macam barang mulai dari peralatan berburu hingga peralatan untuk perang.

2. Sebagai tempat pelatihan remaja laki-laki

Seperti susah dijelaskan sebelumnya bahwa ada jenis rumah Papua yang memang difungsikan sebagai tempat untuk mendidik para remaja laki-laki agar mampu bertahan hidup dengan baik.

Di rumah ini anak lelaki dibekali dengan berbagai keterampilan dan pendidikan supaya kelak di kemudian hari dapat bertanggung jawab dan dapat bekerja untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Tak kalah penting anak lelaki juga diajarkan berbagai strategi pertahanan diri supaya dapat melindungi sukunya dari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Sebagai tempat berkumpul dan membuat strategi perang

Di Papua terdapat beberapa suku yang berbeda. Kadang kala terjadi perang antar suku untuk mempertahankan daerah atau alasan lainnya. Perang ini tentunya sudah direncakan dengan baik oleh kedua belah pihak agar masing-masing bisa membawa pulang kemenangan.

Penyusunan strategi perang ini dilakukan di dalam bangunan rumah yang tertutup. Biasanya para ketua suku dan orang-orang penting yang berperan dalam perang akan saling bertemu di dalam Honai untuk berembug.

4. Sebagai tempat dilakukannya proses pengasapan mumi

Beberapa suku di pedalaman Papua jmasih melakukan proses pengasapan mumi. Proses pengasapan ini dilakukan di dalam rumah Honai milik anggota suku. Jasad yang dimumikan ini biasanya adalah orang atau tokoh penting di dalam sebuah suku.

Kekayaan budaya Indonesia memang luar biasa. Ini baru kekayaan dari sisi rumah adat di Papua, masih ada banyak hal terkait kebudayaan Papua lain yang menarik untuk diulas.

Mempelajari dan mencari tahu informasi tentang budaya dan adat ini akan semakin memperkaya khazanah wawasan tentang tanah air tecinta, Indonesia.

About sibyllineorder.org

Check Also

Seberapa Pentingnya Asuransi Rumah? Ini Dia Fungsi Utamanya !!!

Program asuransi menjadi sebuah program yang bagi sebagian masyarakat Indonesia dianggap penting. Ada banyak ragam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *