Home / Wisata / Bernostalgia di Jalan Braga Bandung

Bernostalgia di Jalan Braga Bandung

Selama beberapa dekade Bandung telah berhasil mempertahankan keseimbangan antara menjadi sebuah perkotaan yang berkembang dan mempertahankan keindahan alamnya yang menawan dengan cuacanya yang berangin sejuk sehingga banyak menjadi pilihan para wisatawan. Kota Bandung menawarkan yang terbaik dari kedua dunia yang berbeda tersebut.

Jalan Braga Bandung

Selain terkenal sebagai kota kembang, Bandung juga dikenal dengan julukan “Paris van Java”, alias “The Paris of Java”.

Artikel Terkait: Tempat Wisata di Bandung Terbaru yang Lagi Hits 2019

Menurut cerita, kolonial Belandalah yang pertama kali menciptakan julukan itu karena seni dan budaya Bandung yang maju, alam yang indah dan kesamaan geografis lainnya yang mereka amati.

Obsesi Belanda terhadap Bandung telah mengilhami mereka untuk membangun kota ini.

Artkel Terkait: Glamping Lakeside Ciwidey Eksotis dan Romantis

Mereka membangun banyak bangunan bergaya Eropa yang menopang gaya hidup mereka.

Jalan Braga adalah salah satu warisan arsitektur Belanda yang terkenal keindahannya. Jalan ini sekarang ramai dipenuhi dengan berbagai jenis restoran, kafe hingga mall.

Jalan Braga terletak di jantung kota Bandung. Letaknya strategis di antara tempat-tempat wisata terbaik di Bandung yang menjadikannya tempat yang tidak boleh dilewatkan oleh para pelancong yang datang ke kota Bandung.

Artikel Terkait: Rasakan Pengalaman Naik Karpet Aladin di Dago Dream Park

Ada sesuatu yang romantis tentang jalan Braga Bandung. Jalur jalannya yang sempit, suasana yang memikat, ditambah dengan suara keriuhan kota Bandung memberikan pengalaman unik bagi para pelancong yang berjalan-jalan di jalan yang penuh dengan kenangan masa lalu ini.

Sejarah Jalan Braga Bandung

Jalan Braga terkenal di tahun 1920-an sebagai jalan bagi para pejalan kaki. Beragam restoran cantik, kafe, dan butik dengan suasana Eropa berdiri menghiasi kanan kiri jalan hingga kota ini diberikan julukan sebagai Parisnya Jawa.

Artikel Terkait: Floating Market Lembang, Menikmati Kuliner di Pasar Apung Modern

Dikenal dengan nama  De Groote Postweg ketika masa kolonial, jalan mulai dari pertigaan dengan Jalan Asia-Afrika ke utara hingga balaikota dahulunya merupakan gudang kopi.

Jalan Braga Bandung
Photo: Wikipedia

Karreweg adalah nama pertama jalan Braga. Namun, penduduk kota menyebutnya Pedatiweg, dari bahasa Indonesia yang berarti kereta kuda atau pedati. Oleh karena itu, jalan sempit dengan lebar sekitar 10 meter hanya bisa dilewati oleh pedati.

Artikel Terkait: Bersantai di Ranca Upas dan Nikmati Hal-Hal Ini

Jalan itu dibangun oleh Belanda untuk menghubungkan Great Post Road utama dengan gudang kopi. Gudang kopi itu dimiliki oleh seorang pemilik perkebunan orang Belanda yang bernama Andries de Wilde.

Kira-kira bagaimana nasib gudang kopi itu sekarang?

Jika pernah berjalan-jalan ke balaikota, maka kamu sudah menemukan gudang penyimpanan kopi tersebut. Ya, kini gudang kopi ini sudah berubah wujud menjadi gudang pusat pemerintahan kota Bandung.

Artikel Terkait : Chinatown Bandung, Sentra Kuliner dan Tempat Nongkrong Kekinian

Saat Bandung menjadi ibu kota Kabupaten Priangan pada tahun 1856, beberapa rumah kolonial dibangun di sepanjang Jalan Braga yang masih berupa tanah. Rumah-rumah tersebut beratap alang-alang, rumput alang-alang atau bahan jerami lainnya.

Dengan dibuatnya jalur kereta api pada tahun 1884 yang menghubungkan Batavia atau Jakarta dengan Bndung, maka pusat kota pun tumbuh dengan cepat.

Artikel Terkait: The Lodge Maribaya, Wisata Alam Kekinian di Lembang

Di ujung selatan Jalan Braga muncul bangunan baru memenuhi area tersebut. Sedangkan sepanjang  ujung jalan bagian utara masih berupa hutan pohon karet. Jalan Braga semakin terkenal ketika muncul sebuah toko kelontong bernama De Vries.

Toko ini menjual kebutuhan sehari-hari untuk pemilik perkebunan. Kemudian menyusul hotel, kafe, restoran, dan bank dibangun di jalan tersebut sehingga membuat Jalan Braga menjadi pusat perbelanjaan utama.

Artkel Terkait: Destinasi Wisata Tangkuban Perahu Bandung yang Wajib Dikunjungi

Jalan Braga berubah menjadi jalan perbelanjaan Eropa paling penting di Hindia Belanda di awal abad kedua puluh. Beberapa perusahaan Barat yang tekenal mulai membuka toko mereka di jalan Braga, seperti distributor mobil Renault, Plymouth dan Chrysler.

Selain itu, bermunculan juga toko jam tangan, butik-butik, toko-toko buku, dan toko perhiasan yang merupakan hal yang umum ada di kalangan masyarakat kelas atas masa itu.

Destinasi Wisata di Jalan Braga dan Sekitarnya

Jika kamu mengunjungi Jalan Braga, kamu akan menyaksikan banyak bangunan lama yang dibangun ketika masa kolonial Belanda.

Artikel Terkait: Orchid Forest Cikole, Ekowisata yang Memanjakan Mata di Lembang

Beberapa bangunan itu masih kokoh berdiri hingga sekarang dan dipergunakan sebagai bangunan komersial. Bangunan-bangungan tersebut termasuk ke dalam cagar budaya yang tidak boleh dirusak atau diubah bentuknya.

Apa sajakah yang bisa kamu nikmati ketika berjalan-jalan di Braga?

Gedung Merdeka

Gedung yang dahulu bernama Concordia Society itu dibangun pada tahun 1895 sebagai rumah klub untuk orang kaya. Gedung Merdeka mengalami dua kali renovasi, yaitu pada tahun 1920 dan 1928.

Gedung ini digunakan sebagai tempat untuk konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dahulunya bagian utama gedung ini menghadap ke arah Jalan Braga. Beberapa kali sempat berganti fungsi, namun kini bangunan ini dijadikan sebagai Museum Konferensi Asia Afrika.

Jalan Braga Bandung
Photo: Wikipedia

Bagi para wisatawan yang berminat untuk berkunjung ke gedung Museum Asia Afrika dapat datang langsung dan tidak dipungut tiket masuk. Namun, bagi wisatawan yang datang berkelompok lebih dari 25 orang atau pengunjung dengan berkebutuhan khusus, diwajibkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.

Pihak Museum Asia Afrika akan menyediakan pemandu yang gratis. Jika akan berkunjung ke Museum KAA jangan datang pada hari Senin karena hari itu museum tutup. Museum ini juga tutup di hari-hari libur nasional.

Gedung De Eerste Nederlandsch-Indische Spaarkas

Gedung yang sekarang digunakan oleh Bank BUMD milik Pemerintah Jawa Barat, yaitu Bank BJB. Gedung ini dahulunya digunakan untuk Bank DENIS, singkatang dari De Eerste Nederlandsch-Indische Spaarkas yaitu bank tabungan Hindia Belanda yang pertama.

Bangunan ini dibangun oleh arsitek Belanda bernama A.F. Aalbers pada tahun 1936. Gedung dengan ciri khas corak ombak samudera itu terdiri dari delapan lantai terletak di Bragaweg alias Jalan Braga 14.

Artikel Terkait: Merajut Kegembiraan di Trans Studio Bandung

Di depan gedung yang kini digunakan sebagai gedung Bank BJB ini terdapat huruf bertuliskan BRAGA dengan warna merah. Maka tak ayal lagi tempat ini pun menjadi salah satu spot untuk berfoto di Jalan Braga.

Restoran Braga Permai

Dahulu restoran ini dikenal dengan nama Maison Bogerijen, restoran Braga Permai buka pertama kali pada tahun 1918. Restoran ini didirikan oleh L Van Bogerijen.

Jika kamu berminat untuk berkunjung dan mencoba makan di restoran bersejarah ini, kamu bisa mencoba menu yang sudah ada dari sejak jaman dulu. Restoran ini buka mulai pukul 6.30 pagi setiap hari untuk melayani pengunjung yang akan sarapan.

Toko Roti Sumber Hidangan

Didirikan pada tahun 1929, toko roti ini dahulu kala bernama “Het Snoephuis.” Dikenal sebagai toko roti rumahan, Roti Sumber Hidangan terletak di Jalan Braga No. 20-22. Bangunan toko roti ini masih bergaya Belanda.

Tak hanya bagian luar, bagian dalam toko yang cukup luas ini pun masih memancarkan aura tempo dulu. Selain bangunan, toko roti ini juga masih menyimpan barang-barang antik jaman dahulu, seperti mesin kasir, kursi, juga timbangan meja.

Umumnya orang-orang yang berkunjung ke toko ini adalah para pelanggan setia yang berasal dari kota Bandung sendiri maupun dari luar kota. Wisatawan yang datang ke toko roti ini biasanya mendapatkan informasi dari cerita orang ataupun review dari blog atau website.

Dahulu, toko ini menerapkan jam tidur siang, kebiasaan peninggalan jaman Belanda. Jadi dulu setiap pukul 2 siang hingga 5 sore, toko ini akan tutup. Sekarang kebiasaan ini sudah tidak lagi diterapkan.

Toko ini tidak beroperasi pada hari Minggu, jadi jika ingin menikmati hindangan di toko roti legendaris ini, datanglah di hari kerja.

Toko Populair

Toko ini pernah muncul di salah satu edisi komik Tin Tin. Toko Populair muncul sama seperti di penampakan aslinya dengan tulisan “Toko Populair Telp 4694”.

Di dinding luar atas toko ini tertera tulisan KOFFIEHUIS IJS & SNOEP atau dalam bahasa Inggris berarti COFFEE HOUSE ICE & CANDY. Letak Toko Populair berada di jalan Braga 45.

Landmark Convention Center

Bangunan ini dulu adalah sebuah toko bernama Toko Van Dorp. Toko ini merupakan salah satu dari banyaknya deretan toko di Bragaweg atau Jalan Braga. Dibangun pada tahun 1922, toko ini diarsiteki oleh Ir. C.P. Wolff Schoemaker dengan menggunakan gaya Art deco.

About sibyllineorder.org

Check Also

Sensasi Mandi di Tempat Pemandian Bidadari di Sanghyang Heuleut

Wilayah Bandung memang terkenal memiliki wisata alam yang eksotis, contohnya seperti gunung, situ atau danau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *