Home / Wisata / Sensasi Jalan-jalan di Pemukiman Tionghoa ala Chinatown Bandung

Sensasi Jalan-jalan di Pemukiman Tionghoa ala Chinatown Bandung

Bandung tak pernah kehabisan tempat wisata. Setiap saat selalu bermunculan tempat-tempat hangout yang baru dan kemudian viral di jagad media sosial.

Chinatown Bandung

Maka tak heran jika kota yang terkenal sebagai Paris van Java ini selalu dipenuhi oleh para wisatawan di akhir pekan. Mereka tak hanya memadati tempat wisata alam atau berbelanja tetapi juga tempat wisata tematik.

Artikel Terkait: 9 Tempat Wisata di Bandung yang Terkenal dan Direkomendasikan

Jika beberapa waktu yang lalu Bapak Ridwan Kamil pernah meresmikan salah satu tempat wisata tematik bernama Little Seoul yang terletak di daerah Sawunggaling, kira-kira 3 sampai 4 kilometer jaraknya dari Stasiun Bandung.

Tempat wisata ini memenuhi dahaga para penyuka Korea sehingga tak perlu jauh-jauh ke Korea.

Sejarah Pecinan di Kota Bandung

Selain Little Korea, muncul juga wisata tematik lainnya, yaitu Chinatown alias pecinan. Sebenarnya Bandung sudah memiliki daerah pecinan dari dulu.

Artikel Terkait: Sensasi Berlibur di Eropa ala Farmhouse Lembang

Berdasarkan buku karangan Haryoto Kunto yang berjudul Wajah Bandoeng Doeloe, dahulu orang-orang Tionghoa bermigrasi ke kota Bandung pada saat Perang Diponegoro.

Sebagian besar dari mereka tinggal di kampung Suniaraja dan jalan Pecinan Lama. Kemudian mereka membentuk kelompok baru. Pada akhir abad kesembilan belas, orang – orang Tionghoa kemudian menyebar di wilayah kota Bandung.

Artikel Terkait: Menelusuri Legenda Sangkuriang di Gunung Tangkuban Perahu

Salah satu tempat penyebaran masyarakat Tionghoa berada di Jalan Kelenteng. Lokasi tersebut berdekatan dengan Pecinan Lama. Di tempat itu dibangun Vihara Satya Bodhi.

Chinatown Bandung
Photo: Youtube.com


Jika pecinan di daerah lain di Indonesia memiliki ciri khas tertentu, pecinan di kota Bandung tak beda dengan lingkungan sekitarnya. Pecinan di kota Bandung lebih mirip pemukiman umum biasa yang terdiri dari beragam suku, ras dan agama.

Artikel Terkait: Berburu Sunrise dan Sunset yang Memukau di Tebing Keraton

Salah satu orang yang sukses di daerah Pecinan yaitu Tan Sioe How. Dia mendirikan toko jamu bernama Babah Kuya. Toko itu adalah toko perintis di daerah tersebut sampai orang Tionghoa lain mengikuti jejaknya membuka toko di daerah itu.

Selain kawasan Pasar Baru, kawasan pecinan juga berkembang di daerah Suniaraja dan Citepus. Ketika terjadi peristiwa Bandung Lautan Api, daerah Pasar Baru terbakar sehingga masyarakat Tionghoa berpindah ke daerah lain seperti Sudirman, Cimindi dan Kosambi.

Chinatown Bandung

Kini kawasan Jalan Kelenteng yang dari jaman dahulu sudah menjadi menjadi kawasan pecinan kini dipoles dan dipercantik lagi dan menjadi kawasan wisata baru. Tempat wisata ini diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2017.

Artikel Terkait: Belajar Sambil Bermain di Orchid Forest Lembang

Kampung Cina ini didirikan di atas lahan dengan luas sekitar 3.000 ha. Dahulunya tempat ini hanya sebuah kampung biasa yang ditinggali oleh masyarakat Tionghoa di kota Bandung maka tempat ini dinamakan kampung pecinan.

Seperti halnya Little Seoul, Chinatown atau kampung pecinan ini dirombak sedemikian rupa sehingga nuansa seperti di Cina dapat dirasakan oleh para pengunjung.

Chinatown Bandung
Photo: Detik.com



Konsep kampung Cina ini dibuat seperti Cina zaman dahulu sehingga mereka yang berdatangan ke tempat ini bisa merasakan suasana dan nuansa Cina masa lalu. Konsep Chinatown ini dibuat dengan begitu detail dari mulai ornamen sehingga tempat makan, dibuat semirip mungkin dengan negara asalnya.

Artikel Terkait: Belajar Sambil Bermain di Orchid Forest Lembang

Pengunjung dapat melihat ornamen khas negara Cina, yaitu lampion. Pada saat perayaan Imlek lampion-lampion warna warni ini ikut menyemarakan perayaan.

Fasilitas di Chinatown Bandung

Untuk menarik minat para pengunjung agar datang ke Chinatown maka tempat ini menyediakan beberapa fasilitas penjunjang wisata. Berikut, beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh para pengunjung yang datang ke Chinatown.

Desa Tradisional

Di Chinatown Bandung para pengunjung dapat merasakan suasana desa tradisional Cina ala Chinatown yang hadir melalui pemukiman-pemukiman ala warga Tionghoa yang dimunculkan kembali dengan konsep yang lebih baru.

Bangunan-bangunan ala Cina plus ornamen-ornamen dan dekorasi yang dihadirkan mendukung konsep kawasan pemukinan warga Tionghoa jaman dahulu.

Artikel Terkait: Abadikan Momen Unik Ini Hanya di The Lodge Maribaya

Bangunan-bangunan tersebut digunakan sebagai kedai-kedai yang menjual makanan yang juga mencerminkan budaya Cina yang cukup kental.

Bandung Chinatown Museum

Museum kecil ini adalah hal pertama yang terlihat oleh pengunjung ketika datang ke Chinatown Bandung. Isi museum ini menceritakan tentang perjalanan masuknya orang-orang Tionghoa ke Indonesia.

Ada juga informasi mengenai asal-usul kedatangan mereka di Indonesia dan di daerah mana mereka awalnya menetap. Keterangan ini terdapat di bagian dinding museum.

Artikel Terkait: Merajut Kegembiraan di The Trans Studio Bandung

Selain tentang perjalanan etnis Tionghoa ke Indonesia, ada juga barang-barang antik zaman dulu, contohnya cangkir, sepeda ontel juga barang-barang keramik yang berhiaskan gambar naga.

Hal yang perlu diingat oleh pengunjung ketika berjalan-jalan di museum adalah larangan untuk menyentuh barang-barang yang ada di sana.

Untuk mencegah pengunjung menyentuh barang terdapat tali yang menjadi penjaga jarak untuk pengunjung dengan barang-barang. Kalau ingin berfoto diperbolehkan tidak ada larangan.

Spot Foto

Tak lengkap rasanya sebuah tempat wisata jika tidak memiliki spot foto yang menarik. Dengan hadirnya sosial media membuat orang bersemangat untuk menghasilkan karya foto yang unik dan menarik.

Artikel Terkait: Abadikan Cinta Anda Di Danau Situ Patenggang Yang Menyejukkan Hati

Salah satu unsur penunjang foto yang menarik adalah tempat. Banyak tempat yang bisa dijadikan latar foto di Chinatown Bandung ini, dimulai dari kampung tradisionalnya, kedai-kedai yang menjual makanan, ada juga gang-gang kecil serta bangunan lainnya.

Di sini juga terdapat mural-mural yang tergambar di dinding. Mural-mural tersebut menampilkan gambar-gambar yang unik . Ada juga jembatan yang berwarna merah.

Artikel Terkait: Bersantai di Ranca Upas dan Nikmati Hal-Hal Ini

Jembatan tersebut dibuat mirip dengan jembatan-jembatan ala Cina zaman dahulu. Untuk melengkapi suasana seperti Cina zaman dulu, pengunjung dapat menyewa kostum pakaian Cina zaman kerajaan.

Kelenteng

Seperti kita ketahui kelenteng adalah tempat beribadah orang Tionghoa yang menganut agama Konghucu. Di sini juga terdapat kelenteng yang masih digunakan oleh warga untuk beribadah.

Namun, selain sebagai tempat beribadah, tempat ini juga menarik untuk dijadikan tempat berfoto. Hanya saja pengunjung harus ingat bahwa ini adalah bangunan tempat beribadah sehingga dituntut untuk menjaga ketenangan karena banyak orang yang sedang khusu berdoa.

Menariknya kelenteng di Chinatown Bandung ini sudah berumur sekitar 130 tahun, tetapi masih tetap berdiri dengan kokoh.

Kuliner

Semua tempat wisata selalu memiliki spot kuliner yang menjadi andalan destinasi wisata tersebut. Begitu pula dengan Chinatown Bandung. Di tempat ini terdapat sekitar 70 stan yang menjual makanan.

Hampir 30 persennya menjual makanan Cina. Begitu mendengar makanan Cina yang teringat langsung kehalalan makanannya. Jangan khawatir! Makanan yang dijual di tempat ini halal.

Artikel Terkait: Rasakan Pengalaman Naik Karpet Aladin di Dago Dream Park

Penasaran apa saja makanan yang dijual di sini? Di sini selain makanan Cina juga dijual makanan lokal lainnya, contohya ada bola ubi, soto Tasik, bolu bakar, sate, baso tahu, baso goreng, pisang goreng, pempek, lotek juga gado, gado.

Untuk minuman, pengunjung dapat memilih teh olahan, kopi, atau es puter. Harga makanan yang dijual masih terjangkau, di bawah Rp. 50.000.

Toko Suvenir

Jika pengunjung ingin berbelanja di sini tersedia toko-toko suvenir yang menjual barang-barang khas Cina.

Barang-barang yang dijual di sini bermacam-macam dari barang yang dipakai sehari-hari seperti pakaian dan tas.

Playground

Bagi pengunjung yang membawa anak-anaknya ke tempat ini bisa mengajak anak-anaknya bermain di playground. Jadi kalau anak-anak sudah terlihat bosan diajak jalan-jalan, bawa saja mereka ke playground yang letaknya berada di bagian belakang tempat wisata ini.

Tiket Masuk

Untuk bisa menikmati wisata di Chinatown, pengunjung yang datang ke sini dikenakan biaya tiket masuk. Harga tiket masuknya tidaklah mahal.

  • Harga tiket untuk hari kerja dari Sein sampai Kamis seharga Rp. 10.000.
  • Harga tiket untuk akhir pekan dari Jumat hingga Minggu seharga Rp. 20.000

Harga tiket ini berlaku baik untuk wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Cukup murah bukan harga tiketnya? Oh iya, satu lagi. Manfaatkan promo-promo yang ditawarkan oleh pihak tempat wisata.

Jam Operasional

Tempat wisata ini buka setiap hari dari mulai hari Senin sampai Minggu. Adapun waktunya, sebagai berikut:

  • Hari Senin – Jumat dibuka mulai dari pukul 10.00 – 17.00 WIB
  • Hari Sabtu dibuka mulai dari pukul 10.00 – 22.00 WIB
  • Hari Minggu dan Hari libur nasional dibuka mulai dari pukul 09.00 – 21.00 WIB.

Fasilitas Lainnya

Untuk menunjang kenyamanan para wisatawan yang datang ke Chinatown, di sini tersedia beberapa fasilitas, di antaranya:

  • Mushola
  • Area untuk duduk
  • toilet
  • Playground

Tips Berkunjung ke Chinatown

  • Transaksi di sini tidak menggunakan uang tunai tapi menggunakan kartu debit BCA atau kartu Flazz. Bagi yang tidak memiliki keduanya, tempat ini menyediakan pejualan kartu Flazz beserta top-up jika saldo di kartu habis.
  • Karena tempat wisata ini konsepnya outdoor, maka persiapkan topi atau payung untuk berjaga-jaga jika hujan atau panas.
  • Tidak ada angkutan umum yang melewati pas di depan Chinatown jadi pilihannya bisa naik angkutan online atau membawa kendaraan sendiri. Namun harap diingat area parkir di sini tidak terlalu besar, jadi mungkin akan sedikit susah mencari lahan parkir jika menggunakan kendaraan pribadi.

Lokasi

Chinatown Bandung terletak di Jalan Kelenteng no. 41 Bandung.

About sibyllineorder.org

Check Also

Wisata Curug Tilu Leuwi Opat yang Memukau

Bandung tak pernah kekurangan tempat wisata. Beragam destinasi wisata ada di Bandung, mulai dari wisata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *