Home / Hunian / Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah atau Rumah

Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah atau Rumah

Membeli tanah tidak semudah membeli kacang goreng. Ada banyak hal yang penting untuk dijadikan perhatian dan disiapkan, sebelum segalanya diputuskan.

Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah/Rumah

Mulai dari pengetahuan soal prosedur balik nama, dokumen apa saja yang harus dipersiapkan sebagai persyaratan, ke mana harus mengurusnya, hingga biaya-biaya atau pajak yang harus Anda pahami.

Sayangnya, kurangnya pencarian informasi mengenai hal ini menyebabkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil, kurang bahkan sama sekali tidak memahami tata cara balik nama untuk pengurusan sertifikat tanah. Padahal, hal penting sekali untuk diketahui agar tidak terjadi hal-hal yang beresiko dikemudian hari.

Resiko yang paling umum dialami oleh banyak orang adalah perihal sengketa tanah. Sebagai contoh, Anda memiliki tanah dan bangunan yang ingin diwariskan kepada anak-anak saat Anda meninggal.

Maka, bisa jadi di kemudian hari bukannya asset yang ditinggalkan, melainkan malah sengketa keluarga yang akan diwariskan. Hal ini karena ketidaktahuan perihal masalah balik nama sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan.

Baca Juga: Mengenal Kebudayaan dan Rumah Adat Papua Sebagai Bagian Kekayaan Indonesia

Kejadian semacam ini banyak sekali terjadi di Indonesia, bahkan hingga dikasuskan, saling tuntut, dan berakhir pada pertikaian di internal keluarga. Penyebabnya jelas, karena nama yang tertera di sertifikat tanah / rumah bukanlah atas nama Anda. Kalau sudah begini sangat disayangkan, bukan?

Belajar dari banyaknya kasus yang seringkali terjadi di Indonesia perihal sengketa tanah, harus disadari dan diakui, persoalan balik namasertifikat kepemilikan tanah/bangunan memang bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja.

Harus jelas siapa pemilik, membeli dari siapa, tahun berapa dibeli, tahun berapa diberikan, dan sebagainya, yang diurus saat mengurus balik nama di Kantor Pertanahan.

Oleh karena itu, sebelum hal-hal semacam ini terjadi pada Anda, sebaiknya pelajari dulu beberapa hal mengenai prosedur dan biaya balik nama sertifikat tanah ataupun rumah.

Berikut ini kami berikan pada Anda informasi selengkapnya mengenai prosedur dan biaya-biaya apa saja yang wajib dikeluarkan saat mengurus balik nama sertifikat kepemilikan tanah/bangunan.

Prosedur Balik Nama Serifikat Tanah/Rumah


Prosedur Balik Nama Serifikat Tanah/Rumah


Setelah Anda membeli sebidang lahan atau bangunan dari seseorang, penting bagi Anda melakukan balik nama sertifikat tanah/rumah. Tujuannya adalah untuk mengganti hak milik tanah/rumah menjadi atas nama Anda atau haknya berpindah kepada Anda. Jadi, Anda memiliki bukti kepemilikan yang sah atas lahan/bangunan yang telah dibeli.

Sebelum mengetahui prosedur balik nama sertifikat tanah, ada beberapa hal yang penting untuk dipahami terlebih dahulu. Untuk melegalkan perubahan ini secara yuridis dan diakui keabsahannya secara negara, tentu dibutuhkan data dan beberapa tahapan prosedur.

Dalam hal ini, terdapat dua cara yang bisa Anda pilih untuk mendapatkan perubahan data, yaitu dengan mengurusnya sendiri ke Kantor Pertanahan atau meminta bantuan Notaris yang biasanya merangkap PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Meski, keduanya memiliki tugas dan wewenang yang berbeda.

Ada perbedaan antara mengurus proses balik nama sendiri dengan meminta bantuan PPAT. Jika meminta bantuan PPAT, maka Anda harus menyerahkan berkas-berkas, sebagai berikut; permohonan balik nama yang ditandatangani pembeli, ada akta jual-beli dari PPAT, sertifikat tanah asli, KTP pembeli dan penjual tanah, bukti pelunasan Surat Setor Pajak – Pajak Penghasilan (SSP-PPh), serta bukti pelunasan Surat Setoran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (SSBBPHTB).

Baca Juga: Meneliti Peluang Untung Besar Berbisnis Rumah Bekas

Jika mengurus sendiri, data atau berkas yang diserahkan sama seperti meminta bantuan PPAT. Hanya saja, ada tambahan surat pengantar dari PPAT, Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB), izin peralihan hak (khusus untuk rumah susun dan tanah milik negara), dan surat pernyataan calon penerima hak.

Beberapa hal ini tidak perlu Anda siapkan jika menggunakan jasa Notaris dan PPAT untuk mengurusnya.

Setelah berkas persyaratan terkumpul, maka berikut ini prosedur yang perlu dilakukan untuk mengurus balik nama sertifikat tanah:


1. Datang dan bawa berkas ke Kantor Pertanahan

2. Serahkan berkas ke loket pelayanan. Di sini, akan dilakukan penerimaan dan pemeriksaan dokumen permohonan balik nama sertifikat tanah

3. Setelah itu mereka akan mengeluarkan bukti penerimaan untuk permohonan balik nama

4. Anda bisa segera ke loket pembayaran untuk melakukan pembayaran biaya pendaftaran

5. Anda tinggal menunggu di rumah sampai sertifikat tanah yang baru selesai diproses. Proses ini biasanya memakan waktu 7 sampai 14 hari kerja hingga sertifikat selesai diproses.

6. Saat proses pelayanan, pihak Kantor Pertanahan akan melakukan pencatatan dan penerbitan sertifikat yang baru, berikut pembubuhan paraf Kepala Kantor Pertanahan atau Pejabat yang dituju

7. Setelah terbit sertifikat baru dengan nama pemilik yang baru, barulah kepemilikan tanah tersebut resmi berpindah

Perlu diingat, proses 7 sampai 14 hari kerja ini baru akan berlaku apabila dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap semua. Karenanya, penting bagi Anda untuk memeriksa kelengkapan dokumen atau berkas-berkas persyaratan untuk mengajukan balik nama sertifikat tanah. Selain itu, biaya pengurusan balik nama sertifikat tanah juga wahib diketahui.

Jangan sampai Anda harus bolak-balik karena dokumen yang dibawa kurang lengkap atau Anda bingung ketika dimintai sejumlah biaya untuk membayar pajak-pajak dan biaya lainnya yang seharusnya dibayarkan.

Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah/Rumah

Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah/Rumah
Photo: Google.com

Untuk menjalankan prosedur balik nama sertifikat tanah, memang ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan. Biaya balik nama sertifikat tanah dan rumah sejatinya memang sudah diatur dalam Undang-Undang.

Jadi, ketika Anda diminta untuk membayarkan sejumlah biaya pengurusan, baiknya tidak kaget lagi atau mengatakan bahwa hal tersebut adalah pungli (pungutan liar), Berikut ini beberapa biaya yang harus dikeluarkan saat mengurus balik nama sertifikat tanah

1. Biaya pengecekan keabsaha
n

Sebelum melakukan transaksi di Kantor Pertanahan, keaslian sertifikat lembaga Anda perlu diperiksa keasliannya terlebih dahulu. Biasanya untuk melakukan cek keabsahan ada biaya yang harus dibayarkan sekitar Rp.

25 ribu sampai Rp 100 ribuan. Anda juga harus memeriksakan, apakah kavling yang dibelum sudah bersertifikat atau belum. Lakukan pengecekan bukti kepemilikan dan riwayat kavling pada kelurahan dan kantor kecamatan setempat.

Periksa pula bukti batas lahan dan segala setailnya. Hal ini tentu saja untuk menghindari sangketa tanah dengan waga sekitar atau pemetintah setempat di kemudian hari. Sebab, belakangan banyak kasus semacam ini terjadi.

2. Biaya BPHTB

Perlu diketahui, bahwa penerima hak tanah wajib membayar pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). BPTHB adalah pajak yang dikenakan pada semua transaksi properti, yang dibeli dari perorangan maupun developer.

Apabila belum terjadi pelunasan BPHTB, maka pendaftaran tanah pun tidak dapat dilakukan. Pendaftaran baru bisa dilakukan di kantor Pertanahan, jika sudah ada tanda bukti pelunasan BPHTB.

Pengaturan biaya BPHTB ini tercantum dalam pasal 1 UU No. 20 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

BPHTB besarnya, yaitu 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi NJOP – TKP (Nilai Jual Objek Pajak – Tidak Kena Pajak). Nah, besaran NJOP – TKP ini berbeda-beda di tiap daerah. Karenanya, besaran BPHTB juga tergantung dari NJOP – TKP tiap daerah.

Jika ingin mengira-ngira besaran BPHTB yang Anda bayarkan, Anda bisa menghitungnya secara manual atau dengan mengunduh aplikasi kalkulator BPHTB yang sudah banyak tersediadi smartphone.

Perlu digarisbawahi juga, BPHTB untuk jual beli dengan BPHTB pada hibah ada sedikit perbedaan. Bedanya terletak pada dasar pengenaan. Jika pada jual beli, dasar pengenaan BPHTB ada pada nilai transaksi atau NJOP, sementara pada hibah dasar pengenaannya pada NJOP semata.

Pembayaran BPHTB jangan dibayangkan akan merepotkan. Sebab, BPHTB bisa dibayarkan secara online, tanpa harus mengantre lama di kantor pajak. Hal ini juga bisa dilakukan untuk mencegah wajib pajak memanipulasi harga tanah agar tidak dikenakan BPHRB atau agar pajak yang dibayarkan lebih ringan.

3. Wajib membayar PPh

Ketika melakukan balik nama sertifikat tanah/rumah, ada Pajak Penghasilan (PPh) yang harus dibayarkan. PPh ini harus dibayarkan bukan oleh pembeli, tetapi oleh pemilik tanah sebelumnya.

Dasar hukum pembayaran PPh ini bisa Anda lihat dalam Pasal 1 PP Nomor 48 tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghaslan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Begini isinya:“Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari pengalihan ha katas tanah dan/atau bangunan wajib dibayar Pajak Penghasilan”.

Perlu diketahui pula, pembayaran PPh pada hibah juga berbeda dengan jual beli. Jika tanah adalah hibah, pertama yang harus diketahui adalah hubungan pertalian darahnya.

Dalam hibah, pertalian dara dibedakan menjadi dua, pertalian darah vertikal (antara orang tua dan anak atau keturunan seterusnya) dan pertalian darah horizontal (antar saudara sekandung).

Setelah mengetahui hal tersebut, barulah dilihat lebih lanjut. Jika pada jual beli, pengenaan PPh wajib dikenakan. Sementara, pada hibah tidak dikenakan biaya PPh, kecuali hibah horizontal. Dengan kata lain, jika hibah dari orang tua ke anak atau anak ke orang tua tidak dikenakan PPh, dan hibah dari saudara sekandung akan dikenakan biaya PPh.

Pembiayaan di atas, jika balik nama diurus sendiri, maka tidak ada tambahan biaya lainnya. Namun, jika Anda menggunakan jasa Notaris (yang biasanya merangkap sebagai PPAT), maka biaya yang dikeluarkan akan berbeda lagi.

Anda diwajibkan untuk juga melakukan pembayaran biaya jasa notaris. Biayanya sekitar 0.5 % hingga 1% atau lebih dari total transaksi yang dilakukan. Harga tersebut biasanya sudah termasuk dengan pembuatan Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, dan jasa notaris.

Waktu pembuatannya bisa sampai 30 hari. Ini mungkin bisa menjadi alternatif untuk Anda yang memiliki berbagai macam kesibukan, sehingga tidak sempat untuk mengurus segalanya sendiri.

Melihat dari pentingnya nilai asset yang Anda miliki ini, Anda tentu tidak bisa meremehkan proses balik nama sertifikat tanah/rumah. Sebab, ini juga merupakan salah satu investasi paling menjanjikan untuk Anda ke depannya.

Artikel Terkait: Tips Membangun Rumah dengan Dana Terbatas

Jika Anda ingin berinvestasi pada jenis properti tanah atau rumah, pastikan penjual kooperatif untuk melengkapi data-data untuk melakukan proses balik nama ini untuk menghindari resiko atau kerugian pada Anda di kemudian hari.

Penting juga untuk selalu memeriksa biaya balik nama sertifikat tanah 2019, untuk mengetahui peraturan pembiayaan balik nama sertifikat tanah/rumah tahun 2019.

About sibyllineorder.org

Check Also

Tips Cara Aman Membeli Rumah Bekas

Rumah adalah sebuah hunian di mana kita bisa berlindung dari segala macam bahaya. Bahkan memiliki …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *